spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Tiga RT Balikpapan Tengah Kesulitan Air Baku, Sumur Bor Kapasitas 5.500 Liter di Bangun

BALIKPAPAN – Sudah 21 tahun warga RT 35 Balikpapan Tengah kesulitan untuk mendapat air baku. Meski telah ada jaringan air PDAM, namun tak mampu mencukupi kebutuhan warga walau hanya sekadar untuk air minum.

Hal demikian disampaikan Sumarno Ketua RT 35 Balikpapan Tengah saat peresmian Sumur Bor dan Hidran, yang merupakan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Kamis (2/3/2022). Untuk memenuhi kebutuhan air baku sebutnya, warga selama inj harus membeli air bersih.

“Pakai Air hujan untuk kebutuhan air, sudah selama 21 tahun. PDAM sudah masuk tapi ga bisa naik, jadi bayar aja. Pengeluaran untuk air bersih lumayan, untuk minum satu tandon 80-100 biasanya cuma 4 hari, jadi dengan adanya sumur bor ini terbantu sekali,” jelasnya.

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Kalimantan Timur Rozali Indra Saputra menerangkan sumur bor yang dibangun berkapasitas 5.500 liter yang diproyeksikan mampu digunakan untun 3 RT. Nantinya ia memastikan bahwa air tersebut dapat digunakan warga selama 24 jam, untuk melayani kebutuhan air baku.

Baca Juga:   Diduga Lakukan Penggelapan Pembayaran Katering, KPU Kota Balikpapan Dipolisikan

“Saya rasa ini niat dan kolaborasi yang baik pemkot, pempus dan aspirasi dari Dewan (Anggota Komisi V DPR RI, Irwan). Mudah-mudahan bisa di aplikasikan ke tempat lain juga,” jelasnya.

“Pengerjaan sekitar 1 bulan, sebenarnya¬† masyarakat harusnya terlayani lagi untuk pipa distribusi. Jadi mungkin akan ditambah waktu lagi,” sambungnya.

Sementara untuk hidran jelasnya, untuk menjawab kerentanan kawasan kumuh, karena memiliki kerapatan yang tinggi (rumah). Ia menerangkan kumuh  bukan hanya jelek, tapi kurang air bersih, sanitasi kurang layak, persampahan kurang terorganisir dan banyak aspek lainnya.

“Kalau kerapatam tinggi, ketika kebakaran satu bisa masif, satu kawasan yang akan merasakan dampaknya. Dengan adanya proteksi kebakaran yang kita bangun, harapannya antisipasi penanganan kebakaran bisa lebih cepat. Jadi kita interkoneksikan antara air bersih pelayanan air bagi masyarakat tapi juga proteksi kebakaran satu kawasan,” jelasnya.

Sementara Anggota Komisi V DPR RI, Irwan, menerangkan, pembangunan sumur bor di Balikpapan Tengah difokuskan untuk pencegahan kebakaran dan juga penyelesaian kebutuhan air bersih masyarakat. Meski berada di perkotaan menurutnya masih banyak kawasan yang berstatus kumuh. Sayangya, program Kotaku tidak lagi ada tahun ini sebagai upaya mengurangi kawasan yang masih memiliki skor kumuh.

Baca Juga:   Patra Niaga Regional Kalimantan Gelar Sidak, Pastikan Tak Ada Penyelewengan Gas Melon

“Tapi tidak masalah, kami sudah berkoordinasi dengan Kementerian untuk mencari program penataan kawasan yang lain, mungkin saja anggaran bisa lebih besar. Yang penting, kita bisa mengurangi tingkat kekumuhan di Kabupaten/kota di Kaltim,” terangnya.

Memang ujarnya, persoalan Kota Balikpapan adalah pemenuhan kebutuhan air bersih. Sebagai upaya pengentasan masalah tersebut adalah pembangunan bendungan Sepaku-Semoy.

“Permasalahan Balikpapab itu ‘kan salah satunya air bersih. Makanya kita dorong waktu itu, belum ada IKN ya, tahun 2020 itu langsung melanjutkan program pembangunan Sepaku Semoi untuk suplai kebutuhan air baku di Balikpapan,” tandasnya.(eky)

BACA JUGA