spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Waspada Karhutla di Musim Kemarau, Otorita IKN Deteksi 10 Titik Panas

BALIKPAPAN – Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan, terdapat tiga potensi bencana yang paling diwaspadai di IKN yakni banjir, tanah longsor dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal itu disampaikan Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, di sela-sela Rapat Koordinasi Pusat Pengendalian Penanggulangan Bencana (PUSDALOPS – PB) BPBD se-Kaltim, Selasa (13/06/2023).

“Berkaitan dengan bencana yang penting diwaspadai di IKN, tentu saja bencana hidromotologi yaitu berkaitan dengan karhutla, yang berkaitan dengan banjir dan longsor itu yang paling penting,” ujarnya.

Sementara bencana lain karena faktor alam seperti seperti gempa bumi, gunung meletus, dan tsunami masih relatif lebih aman. Namun, tetap akan menjadi perhatian Pemerintah.

“Tentu saja bencana yang lain itu juga diperhatikan misalnya bencana-bencana yang berkaitan dengan geologi, meskipun dari hasil studi awal itu memang lokasi IKN adalah lokasi memang untuk bencana geologi relatif aman. Tetapi tetap harus kita waspadai,” jelasnya.

Lebih lanjut Myrna menambahkan, dalam desain pembangunan IKN, desain utamanya adalah mitigasi bencana. Hal itu telah termuat dalam rencana induk pembangunan IKN dan rincian rencana induk lainnya.

Baca Juga:   Karnaval, Pawai Ta'aruf, dan Pameran Bernuansa Islami Turut Meriahkan MTQ ke-44 Tingkat Kaltim

“Penanggulangan bencana tentu memerlukan koordinasi tidak bisa hanya dilakukan sendiri saja. Kita sudah berkordinasi dan sinergi dengan Dinas Kehutanan, BPBD Kaltim, Penajam Paser Utara, Kutai Kertanegara, BMKG, BNPB hingga Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK),” tambahnya.

Sebelum itu khusus untuk konteks kesiap-siagaan menghadapi kemarau tahun ini, Otorita IKN  sudah intens melakukan koordinasi berkaitan dengan mitigasi terhadap karhutla.

“Kami sudah menyiapkan Satgas Karhutla dalam menghadapi musim kemarau ini. Nanti di awal Juli atau minggu kedua akan kami resmikan,” ujar Myrna.

Disinggung mengenai potensi titik panas (hotspot), Myrna mengaku sejauh ini terdapat kurang lebih 10 titik hotspot yang perlu diwaspadai yang berada di kawasan IKN. “Tapi titik tersebut tidak masuk dalam KIPP,” tutupnya. (bom)

BACA JUGA