BALIKPAPAN — Kebakaran melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Dr. Sutomo, Kelurahan Karang Jati, Balikpapan Tengah, pada Senin (30/3/2026) malam. Sedikitnya tiga rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara beberapa rumah lain mengalami kerusakan pada bagian atap.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 20.50 Wita dan langsung mengerahkan tim ke lokasi.

“Setibanya di lokasi, kami mendapati api sudah membesar karena sebagian besar bangunan terbuat dari material kayu sehingga api cepat menjalar ke rumah di sekitarnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data sementara, tiga unit rumah terbakar habis, sementara beberapa rumah lainnya terdampak dengan kondisi terbakar sebagian, terutama di bagian atap. Hingga kini, pendataan masih terus dilakukan untuk memastikan jumlah kerugian secara keseluruhan.
Untuk memadamkan api, BPBD mengerahkan sekitar 15 hingga 18 unit armada pemadam kebakaran yang dibantu oleh berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Pertamina, Perusahaan Air Minum (PAM), hingga unsur Angkatan Laut dan relawan.
“Karena lokasi merupakan kawasan padat penduduk, seluruh unsur kami kerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas,” jelasnya.
Usman menambahkan, proses pemadaman sempat menghadapi kendala, terutama terkait akses jalan menuju lokasi yang relatif sempit serta kerumunan warga yang ingin menyaksikan kejadian tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlalu dekat dengan lokasi kebakaran. Selain membahayakan keselamatan, juga dapat menghambat pergerakan kendaraan pemadam yang berukuran besar,” tambahnya.
Meski demikian, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit hingga satu jam setelah petugas tiba di lokasi.
Terkait penyebab kebakaran, Usman menyebutkan bahwa hingga saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. “Untuk dugaan sementara belum bisa kami pastikan. Masih dalam proses penyelidikan,” tegasnya.
Dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa. Namun, petugas masih melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada korban yang terlewat serta mengantisipasi potensi titik api yang bisa kembali menyala.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan, terutama di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan mudah terbakar. Di tengah musibah, solidaritas berbagai pihak terlihat nyata—bahwa dalam situasi sulit, kepedulian dan kerja sama menjadi kunci untuk melindungi sesama.
Penulis: Aprianto





