spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kecewa Belum Terima Ganti Rugi, Warga Kariangau Tutup Akses Proyek Tol ke IKN

BALIKPAPAN – Warga RT 15 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara tepatnya di kawasan Perumahan Pondok Sakinah kecewa dengan pemerintah.

Pasalnya, aktivitas pengerjaan Tol IKN-Balikpapan yang berada di wilayahnya sudah berjalan, sementara ganti rugi tanah dan bangunan belum mereka terima.

Warga lantas menutup akses jalan yang digunakan kontraktor dalam hal ini Hutama Karya (HK). Penutupan ini pun di lakukan sejak Kamis (6/4/2023) hingga batas waktu yang tidak di tentukan.

Pemilik sekaligus warga Pondok Sakinah, Nurul Azmi mengatakan, bentuk kekecewaan warga ini lantaran hak-haknya tidak dipenuhi oleh pemerintah.

Padahal jauh sebelum adanya aktivitas pengerjaan Tol IKN-Balikpapan di kawasan perumahan, warga bersama PUPR, kontraktor dan pemerintah sudah bertemu dan berdialog serta mencapai sejumlah kesepakatan.

“Bulan Juli 2022 itu ada pernyataan akan diganti rugi, sayangnya hanya beberapa warga saja di akhir tahun 2022 lalu. Dan sisanya akan dilakukan ganti rugi di bulan Maret 2023 kemarin, tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada,” ujar Azmi, Jumat (7/4/2023).

Baca Juga:   Jelang Ramadan, Makam Khusus Covid-19 di Balikpapan Ramai Peziarah

Lebih lanjut Nurul Azmi menjelaskan, warga sejatinya sangat mendukung program pemerintah. Namun, warga juga meminta hak-hak mereka untuk lebih dulu dipenuhi sebelum kegiatan fisik di lakukan.

“Disayangkan warga adalah pihak kontraktor yakni HK telah memulai aktivitas fisik di lapangan, seperti pembuatan box culvert dan bolak-balik alat berat serta truck-truck persiapan pematangan lahan Tol IKN-Balikpapan yang melewati akses jalan perumahan yang di bangun warga,” ujarnya.

Lebih lanjut Azmi mengaku jika sejumlah poin dari pertemuan yang sudah dilakukan itu banyak dilanggar kontraktor. Seperti, izin aktivitas yang semula hanya 2 minggu diubah menjadi 4 bulan, ditambah tidak adanya perbaikan jalan yang dibangun warga dan developer.

“Kekhawatiran kami ini jika proyek jalan tersebut tetap berjalan tanpa ada ganti rugi, maka tidak akan ada atensi dari pemerintah lagi yang sudah sepatutnya buat warga,” ujarnya. (Bom)

BACA JUGA