BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, turut mengajak masyarakat menjadikan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah sebagai titik awal untuk memperkuat ketakwaan, kepedulian sosial, serta semangat membangun kota yang harmonis dan berkelanjutan.
Ajakan tersebut disampaikan Bagus usai pelaksanaan Salat Idulfitri yang digelar di Balikpapan, Sabtu (21/3/2026). Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa berakhirnya bulan Ramadan tidak boleh menghilangkan semangat ibadah dan kebaikan yang telah dibangun selama sebulan penuh.
“Ramadan boleh usai, tetapi semangatnya tidak boleh hilang. Kita harus terus istiqamah dalam beribadah dan berbuat kebaikan, tidak hanya saat Ramadan, tetapi juga di bulan-bulan berikutnya,” ujarnya.
Bagus juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan mempererat hubungan sosial, baik antarumat Muslim maupun lintas agama. Menurutnya, harmoni sosial merupakan fondasi utama dalam mendukung pembangunan kota yang inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Ia turut mengapresiasi tingginya partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial selama Ramadan, seperti berbagi kepada sesama dan membantu warga yang membutuhkan. Semangat tersebut diharapkan terus berlanjut dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan data pemerintah, realisasi pengumpulan zakat di Balikpapan sepanjang 2025 mencapai Rp8,93 miliar dari target Rp12,98 miliar. Sementara pada 2026, target penghimpunan zakat ditingkatkan menjadi Rp15 miliar, sebagai upaya memperluas manfaat bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Bagus juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah daerah. Di antaranya revitalisasi Pasar Inpres Kebun Sayur sebagai pusat pengembangan UMKM, peningkatan layanan distribusi air bersih, serta penguatan infrastruktur kota. Pemerintah juga memberi perhatian pada aspek keamanan operasional Kilang Pertamina Balikpapan yang berperan strategis dalam ketahanan energi nasional.
Di sektor transportasi, kajian pengembangan sistem Bus Rapid Transit (BRT) tengah dilakukan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah. Selain itu, perbaikan drainase terus digencarkan guna mengantisipasi banjir, disertai revitalisasi ruang publik serta penyesuaian kebijakan fiskal dalam APBD 2026.
Tak hanya pembangunan fisik, Bagus juga mengingatkan masyarakat agar merayakan Idulfitri secara bijak, terutama dalam hal konsumsi dan pengelolaan sampah.
“Ambil makanan secukupnya dan habiskan. Kelola sampah dengan baik. Itu bagian dari tanggung jawab kita bersama menjaga lingkungan,” jelasnya.
Sementara itu, dalam ceramah Idulfitri, penceramah Slyech Fikri Troriq mengingatkan bahwa keberhasilan sejati tidak diukur dari materi atau jabatan, melainkan dari keberkahan hidup yang diperoleh melalui ketakwaan. Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama, terutama berbakti kepada orang tua sebagai kunci meraih ridha Tuhan.
Perayaan Idulfitri di Balikpapan tahun ini menjadi pengingat bahwa kemenangan sejati tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui konsistensi dalam menjaga nilai-nilai kebaikan di kehidupan sehari-hari.
Penulis: Aprianto.





