BALIKPAPAN – Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, menegaskan pentingnya penguatan pendidikan keagamaan bagi generasi muda, khususnya dalam hal hafalan Al-Qur’an sejak usia dini. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan wisuda tahfiz Al-Qur’an yang melibatkan ratusan pelajar di Kota Balikpapan, Selasa (21/4/2026).
Dalam sambutannya, Rahmad mengungkapkan bahwa proses membimbing anak-anak untuk menghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang mudah. Tantangan tersebut tidak hanya dirasakan oleh para guru, tetapi juga oleh orang tua di rumah. Meski demikian, ia meyakini bahwa dengan niat tulus dan keikhlasan, proses tersebut akan dimudahkan.
“Tidak mudah memberikan pembelajaran khusus menghafal Al-Qur’an kepada anak-anak. Tapi saya yakin, dengan niat dan keikhlasan, insya Allah akan dimudahkan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran doa orang tua dalam mendukung keberhasilan anak. Menurutnya, dukungan spiritual dari keluarga menjadi kunci dalam membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kekuatan iman.
Rahmad turut menyampaikan apresiasi kepada para guru, khususnya guru agama, serta orang tua yang telah berperan aktif dalam membimbing anak-anak hingga mampu menghafal Al-Qur’an. Ia menilai kontribusi tersebut sebagai fondasi penting dalam pembangunan karakter generasi muda.
Lebih lanjut, Rahmad mendorong adanya inovasi di sekolah-sekolah negeri agar pembelajaran tahfiz dapat berjalan lebih optimal. Ia menilai, saat ini metode pembelajaran hafalan Al-Qur’an di sekolah negeri masih terbatas dibandingkan dengan sekolah berbasis keagamaan atau sekolah Islam terpadu.
Untuk itu, ia meminta Dinas Pendidikan agar mendorong kolaborasi antara guru di sekolah negeri dengan tenaga pendidik dari lembaga swasta maupun pondok pesantren. Salah satu metode yang dinilai efektif adalah metode Ummi, yang dikenal mampu meningkatkan kemampuan membaca sekaligus menghafal Al-Qur’an secara lebih cepat.
Rahmad juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai agama harus tetap menjadi landasan utama dalam membentuk karakter generasi muda.
“Boleh kita pintar secara intelektual, tetapi jangan lemah secara spiritual. Nilai-nilai agama inilah yang akan menjaga generasi kita ke depan,” jelasnya.
Kegiatan wisuda tahfiz ini pun disebut sebagai momentum awal yang diharapkan terus berkembang. Pemerintah Kota Balikpapan berharap ke depan jumlah pelajar yang mampu menghafal Al-Qur’an, baik di tingkat SD maupun SMP, semakin meningkat, bahkan hingga mencapai 30 juz.
“Ini baru langkah awal. Mudah-mudahan ke depan lebih banyak lagi anak-anak kita yang menjadi hafiz dan hafizah Al-Qur’an,” tutupnya.
Penulis: Aprianto





