BALIKPAPAN — Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mendorong masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan berbagai program pemberdayaan ekonomi yang telah disiapkan pemerintah daerah. Ia menilai peran tokoh masyarakat sangat penting dalam menggerakkan partisipasi warga, terutama dalam memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
Menurut Bagus, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan. Pemerintah Kota Balikpapan, kata dia, telah menyiapkan sejumlah program melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD), salah satunya pembentukan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang direncanakan hadir di 34 kelurahan.
“Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Minimal menjadi anggota koperasi, karena di sana tersedia peluang bantuan permodalan yang bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia menyebutkan, saat ini koperasi tersebut telah terbentuk di Kelurahan Graha Indah, sementara sejumlah kelurahan lainnya masih dalam tahap pengembangan. Pemerintah optimistis koperasi ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi lokal apabila mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga menyediakan berbagai pelatihan keterampilan melalui balai latihan kerja serta program dari dinas terkait. Warga yang memiliki kemampuan seperti memasak, membuat kue, hingga menjahit didorong untuk mengembangkannya menjadi usaha produktif yang memiliki nilai ekonomi.
Bagus menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus dimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan masyarakat. Ia memastikan kebijakan pembangunan akan tetap berpihak pada kepentingan warga lokal.
“APBD ini harus kembali kepada masyarakat. Tujuannya jelas, untuk meningkatkan kesejahteraan warga Balikpapan secara merata,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam mendukung pendidikan anak. Dengan adanya program pendidikan gratis dari Kalimantan Timur, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal.
Bagus mengingatkan agar anak-anak lebih difokuskan pada kegiatan belajar dan pembinaan karakter, termasuk kegiatan keagamaan, serta membatasi penggunaan gawai secara berlebihan. Menurutnya, peran keluarga sangat menentukan dalam membentuk generasi yang berkualitas.
“Kesempatan sudah terbuka. Tinggal bagaimana orang tua dan anak memanfaatkannya dengan baik untuk masa depan,” tambahnya.
Melalui sinergi antara program ekonomi dan pendidikan, Pemerintah Kota Balikpapan berharap mampu menciptakan masyarakat yang mandiri secara ekonomi sekaligus unggul dalam kualitas sumber daya manusia.
Penulis: Aprianto





