Truk Bermuatan Elpiji 3 Kg Meledak di Permukiman Padat Penduduk

BONTANG – Warga RT 41, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat dibuat geger oleh suara ledakan keras menjelang tengah malam, Senin (1/6/2026) sekitar pukul 23.23 Wita.

Dentuman keras tersebut bahkan membuat kaca rumah dan jendela warga bergetar. Sejumlah warga langsung berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara ledakan.

Sebagian warga sempat mengira ledakan berasal dari kawasan pabrik PT Pupuk Kalimantan Timur karena suara yang terdengar cukup kuat hingga radius beberapa rumah.

Namun setelah ditelusuri, sumber ledakan ternyata berasal dari sebuah truk fuso bermuatan tabung gas elpiji 3 kilogram yang terparkir di lahan milik salah satu penjual elpiji di kawasan RT 41 Belimbing.

Salah seorang warga sekitar, Rohim, mengatakan saat kejadian truk masih dalam kondisi penuh muatan dan tabung gas belum sempat dibongkar.

“Elpijinya belum dibongkar. Truknya masih parkir. Mungkin tengah malam maksudnya mau dibongkar, tapi keburu meledak duluan,” ujarnya.

Warga menyebut sempat muncul api dari salah satu tabung gas di dalam bak truk. Beruntung api berhasil dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sehingga tidak sampai memicu ledakan susulan yang lebih besar.

Baca Juga:   Ribuan Umat Padati Klenteng Guang De Miao Rayakan Imlek 2577 Kongzili

Meski demikian, ledakan tersebut tetap menimbulkan kerusakan di rumah warga sekitar. Sejumlah kaca jendela rumah pecah akibat kuatnya tekanan ledakan.

Ihsan, warga yang rumahnya berada persis di samping lokasi kejadian, mengaku bagian rumahnya mengalami kerusakan cukup parah.

“Paling parah di bagian dapur, banyak barang yang pecah,” katanya.

Warga juga mengaku khawatir kejadian itu bisa menimbulkan korban jiwa apabila saat ledakan terjadi ada orang yang melintas di sekitar lokasi.

“Untungnya tidak ada orang lewat pas ledakan. Kalau ada bisa mati orang itu,” tambah Rohim.

Pasca kejadian, warga meminta truk segera dipindahkan dari lokasi demi alasan keamanan dan mencegah terjadinya ledakan susulan.

Hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya petugas atau pihak berwenang yang datang ke lokasi kejadian. Warga sekitar juga meminta agar kendaraan bermuatan elpiji tidak lagi diparkir di area permukiman padat penduduk karena dinilai sangat berisiko dan membahayakan keselamatan warga. (MK)

Penulis/Editor: Yusva Alam

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img