BALIKPAPAN — Kloter 1 Embarkasi Haji Balikpapan asal Samarinda akhirnya diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Minggu (26/4/2026) sekitar pukul 23.55 WITA. Sebanyak 359 calon jemaah haji (CJH) lepas landas melalui Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan menggunakan pesawat Garuda Indonesia GA-4101.
Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Balikpapan 2026, Mohlis Hasan, mengatakan bahwa dalam kloter perdana ini terdapat satu calon jemaah yang batal berangkat. Keputusan tersebut diambil setelah hasil pemeriksaan kesehatan akhir menyatakan jemaah tersebut dalam kondisi hamil.
“Hasil pemeriksaan kesehatan akhir menunjukkan yang bersangkutan dalam kondisi hamil. Yang bersangkutan sudah mengikhlaskan niatnya berangkat tahun ini,” ujar Mohlis.
Ia menjelaskan, faktor kesehatan menjadi pertimbangan utama dalam penundaan keberangkatan tersebut. Kondisi kehamilan dinilai berisiko jika memaksakan perjalanan udara jarak jauh, sehingga keputusan diambil demi keselamatan ibu dan janin.
Menurutnya, kondisi tersebut baru terdeteksi saat pemeriksaan terakhir menjelang keberangkatan. Pada tahapan sebelumnya, kehamilan belum teridentifikasi. Oleh karena itu, penundaan dilakukan sesuai prosedur medis yang berlaku dengan mengedepankan aspek kemanusiaan dan keamanan.
“Penundaan ini murni demi keselamatan jemaah. Prosedur yang kami jalankan sudah sesuai standar medis dan aturan yang berlaku,” jelasnya.
Meski demikian, secara keseluruhan proses pemberangkatan Kloter 1 berjalan lancar. PPIH Embarkasi Balikpapan juga menyatakan kesiapan penuh dalam melayani keberangkatan jemaah haji tahun 2026, tidak hanya dari Kalimantan Timur, tetapi juga dari sejumlah provinsi lain yang tergabung dalam embarkasi ini.
“Pada prinsipnya kami sudah sangat siap, baik untuk pemberangkatan maupun saat pemulangan nanti,” tutup Mohlis.
Penulis: Aprianto





