NUSANTARA – Program IKN Mengajar yang digagas Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris calon peserta didik Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT). Seiring perkembangan program, sejumlah perguruan tinggi juga mulai dilibatkan sebagai fellow tutors untuk mendampingi peserta.
Berdasarkan hasil asesmen, kemampuan peserta terus mengalami peningkatan. Setelah naik sekitar 17 persen pada April 2026, capaian asesmen pada Juli 2026 telah mencapai sekitar 90 persen. Peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan peserta berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris yang semakin baik.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, mengatakan capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pendampingan yang dilakukan selama beberapa bulan terakhir.
“Kemampuannya sudah 91 persen lebih tadi ya. Saya kira ini merupakan peningkatan yang sungguh menggembirakan. Tentu ini bukan hanya karena adanya pendampingan dari kami, dari fellow tutors, tetapi juga adanya bakat dan minat yang ikut memacu semangat para adik-adik untuk mengasah keterampilan berbahasa Inggrisnya jadi lebih baik,” ujarnya.
Program IKN Mengajar resmi ditutup pada Kamis (23/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti 43 calon siswa SMP dan 23 calon siswa SMA Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di kawasan IKN. Penutupan berlangsung di Multi Function Hall Kemenko 1 dan dihadiri peserta beserta orang tua.
Menurut Suwito, peningkatan kompetensi bahasa Inggris merupakan bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia yang mampu mendukung visi IKN sebagai kota cerdas berstandar internasional.
“Kami menyesuaikan visi IKN sebagai kota cerdas dan inklusif. Kami pastinya semua bahagia, bangga melihat para calon siswa, adik-adik yang selama ini kami dampingi, menunjukkan peningkatan kemampuan bahasa Inggris yang sangat baik,” katanya.
Program penguatan bahasa Inggris tersebut sebenarnya telah dimulai sejak 2024 melalui kegiatan Friday English Fun (FEF). Pada tahap awal, para pengajar mendatangi sekolah-sekolah untuk membangun budaya penggunaan bahasa Inggris melalui berbagai aktivitas interaktif.
Seiring perkembangan program, kegiatan tidak lagi hanya dilakukan setiap hari Jumat, tetapi diperluas menjadi pendampingan rutin dengan materi yang lebih beragam.
“Dikemas dengan kegiatan beragam yang menyenangkan dengan percakapan bahasa Inggris. Setelah berjalan, jadi tidak hanya hari Jumat, tapi hari-hari yang lain kita juga melakukan peningkatan kualitas bahasa Inggris di sekolah,” jelasnya.
Keberadaan Sekolah Nasional Terintegrasi kemudian mendorong Otorita IKN memperkuat program tersebut agar selaras dengan kebutuhan sekolah yang menerapkan standar pendidikan internasional.
“Ke depannya pasti akan terus kami lakukan peningkatan, mungkin nanti tetap dengan nama program IKN Mengajar, dan bisa saja nanti tidak hanya menyiapkan siswa-siswi yang akan masuk ke sekolah di IKN, tapi semua siswa yang ada di wilayah delineasi IKN,” tegas Suwito.
Ia menambahkan, pelaksanaan IKN Mengajar kini tidak lagi hanya melibatkan Otorita IKN. Sejumlah perguruan tinggi mulai bergabung sebagai fellow tutors untuk mendampingi peserta selama proses pembelajaran.
“Harapannya nanti akan terus meluas ke berbagai sekolah yang ada di wilayah delineasi IKN,” pungkasnya.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S.





