BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan terus mempercepat peningkatan layanan dasar bagi masyarakat, mulai dari distribusi air bersih, pengembangan koperasi, hingga pengelolaan sampah berbasis energi. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, Kamis (16/4/2026).
Bagus mengakui, hingga saat ini masih terdapat sejumlah wilayah di Balikpapan yang belum teraliri air bersih secara optimal. Selain itu, perbaikan jaringan pipa juga masih berlangsung di beberapa titik untuk meningkatkan kualitas distribusi.
“Masih ada beberapa masyarakat yang belum teraliri, kemudian juga perbaikan pipa-pipa masih kita lakukan,” ujarnya.
Dalam waktu dekat, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dijadwalkan memaparkan kesiapan layanan air bersih kepada pemerintah kota. Paparan tersebut diharapkan memberikan gambaran komprehensif terkait langkah-langkah strategis yang akan diambil guna memastikan distribusi air berjalan maksimal.
“Mudah-mudahan dalam satu hari ini nanti akan diberikan ekspos dari PTMB untuk bisa kita sampaikan ke masyarakat kesiapan kita secara kandidatif,” jelas Bagus.
Selain itu, Pemkot Balikpapan juga akan mengintensifkan forum “Coffee Morning” sebagai sarana koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Forum ini direncanakan berlangsung rutin setiap dua pekan untuk membahas berbagai persoalan kota, termasuk aduan masyarakat.
“Coffee Morning ini kita rutinitaskan minimal dua minggu sekali, sehingga permasalahan kota bisa kita bahas secara detail, baik itu arahan maupun usulan dari masing-masing OPD,” tambahnya.
Di sektor ekonomi, Pemkot mendorong pengembangan Koperasi Merah Putih. Pemerintah telah menyiapkan lahan dan menargetkan penambahan hingga 10 unit koperasi pada Juni mendatang.
Sementara itu, dalam penanganan sampah, Pemkot bersama sejumlah pihak tengah mengembangkan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Proyek ini mencakup kawasan Balikpapan Raya hingga Samarinda Raya dengan kapasitas di bawah 1.000 ton per hari.
Bagus menjelaskan, proyek tersebut akan melibatkan wilayah Balikpapan, Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), serta sebagian Samboja dan Muara Jawa. Saat ini, pemerintah kota fokus pada kesiapan lahan dan pengelolaan sampah dari sumber hingga tempat pembuangan akhir (TPA), sementara pengolahan lanjutan akan ditangani pihak terkait.
“Kalau lahannya sudah siap, mereka akan melakukan perencanaan dan survei. Pemerintah pusat nantinya menunjuk pihak ketiga untuk pelaksanaan,” tutupnya.
Melalui berbagai langkah ini, Pemkot Balikpapan optimistis dapat meningkatkan kualitas layanan publik sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di kota tersebut.
Penulis: Aprianto





