PASER – Nestlé Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Paser dan Yayasan Hutan Tropis (YHT) menanam 60.000 pohon mangrove di lahan seluas 20 hektare di Desa Modang, Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi ekosistem pesisir sekaligus mendukung target nasional pemulihan kawasan mangrove.
Penanaman mangrove dilakukan dengan melibatkan sejumlah perangkat daerah, di antaranya Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kabupaten Paser Arisa Galih Rakasiwi, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Djoko Bawono, Kepala Dinas Perikanan Rudiansyah, Kepala Bagian Sumber Daya Alam Khozinatul Asror, Sustainability Delivery Lead Nestlé Indonesia Dr. Maruli Sitompul, serta Sekretaris Umum Yayasan Hutan Tropis Dr. Dean Yuliandra Affandi. Kegiatan juga didukung Komunitas Masyarakat Peduli Mangrove Kabupaten Paser.
Dalam kesempatan tersebut, dilakukan pula serah terima simbolis bibit mangrove dari Nestlé Indonesia kepada Pemerintah Kabupaten Paser melalui Kepala Dinas Perikanan Rudiansyah sebagai bentuk dukungan terhadap program rehabilitasi kawasan pesisir.
Sustainability Delivery Lead PT Nestlé Indonesia, Dr. Maruli Sitompul, mengatakan penanaman 60.000 pohon mangrove merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim.
Menurutnya, program tersebut juga menjadi bagian dari pendekatan Creating Shared Value (CSV) yang mengedepankan kolaborasi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat untuk menciptakan manfaat jangka panjang bagi lingkungan maupun komunitas.
“Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Nestlé Indonesia dalam mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus berkontribusi terhadap target nasional rehabilitasi mangrove,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).
Mewakili Bupati Paser, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Paser Rudiansyah menyampaikan apresiasi atas kontribusi Nestlé Indonesia dalam rehabilitasi mangrove di wilayah tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Paser mengapresiasi komitmen Nestlé Indonesia yang telah berkontribusi dalam upaya rehabilitasi mangrove di wilayah kami. Inisiatif ini merupakan langkah nyata yang tidak hanya mendukung pelestarian lingkungan dan mitigasi perubahan iklim, tetapi juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Umum Yayasan Hutan Tropis, Dean Yuliandra Affandi, menilai keberhasilan rehabilitasi mangrove sangat bergantung pada komitmen jangka panjang, pengelolaan yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif masyarakat.
Ia mengatakan penanaman mangrove tidak hanya mempercepat pemulihan ekosistem pesisir, tetapi juga meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan menjaga fungsi mangrove sebagai habitat berbagai spesies.
Program di Kabupaten Paser merupakan kelanjutan dari berbagai inisiatif pelestarian lingkungan yang telah dijalankan Nestlé Indonesia di sejumlah daerah.
“Sebelumnya, perusahaan telah menanam 30.000 pohon mangrove di Kabupaten Siak, Riau, serta 15.000 pohon mangrove bersama Nestlé MILO di Pantai Mangunharjo, Semarang, Jawa Tengah,” ujarnya.
Selain melibatkan pemerintah daerah, Yayasan Hutan Tropis, dan Komunitas Masyarakat Peduli Mangrove, kegiatan di Kabupaten Paser juga diikuti masyarakat setempat dan para pelajar. Keterlibatan mereka diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya mangrove dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir sekaligus memperkuat ketahanan lingkungan terhadap dampak perubahan iklim. (Rls)





