Mutasi Rutin Polri Jadi Bagian Penyegaran Organisasi

SANGATTA – Penyegaran kembali dilakukan di tubuh Polres Kutai Timur (Kutim). Lima jabatan strategis berganti pejabat dalam upacara serah terima jabatan (sertijab) yang dipimpin Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto.

Pergantian tersebut meliputi posisi Kasat Polairud serta empat kapolsek, yakni Kapolsek Bengalon, Kapolsek Rantau Pulung, Kapolsek Kongbeng, dan Kapolsek Teluk Pandan.

Rotasi ini merupakan bagian dari mutasi rutin di lingkungan Polri yang bertujuan memperkuat organisasi sekaligus memberikan ruang pengembangan karier bagi personel.

Pada jajaran Satpolairud, AKP Sudarwanto yang sebelumnya menjabat Kasat Polairud Polres Kutim mendapat penugasan baru sebagai Kasubbag Binkar Bag SDM Polres Kutim.

Posisinya kini diisi IPTU Herianto yang sebelumnya menjabat Kapolsek Rantau Pulung.

Di Polsek Bengalon, AKP Asriadi mendapat promosi sebagai Ps Kapolsek Samarinda Ulu, Polresta Samarinda. Jabatan yang ditinggalkannya kini dipercayakan kepada AKP Helmi Septi Saputro yang sebelumnya bertugas di Ditreskrimsus Polda Kaltim.

Sementara itu, jabatan Kapolsek Rantau Pulung kini diemban IPTU Samuel Tarihoran yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kongbeng.

Baca Juga:   Warga Balikpapan Antusias Hadiri Open House Wali Kota, Suasana Hangat Penuh Kebersamaan

Posisi Kapolsek Kongbeng selanjutnya dipercayakan kepada IPDA Ardyansa yang sebelumnya bertugas di Ditresnarkoba Polda Kaltim.

Pergantian juga terjadi di Polsek Teluk Pandan. IPDA Joko Feriyanto mendapat amanah baru sebagai Kapolsek Bontang Barat, Polres Bontang.

Jabatan Kapolsek Teluk Pandan kini diemban IPDA Apriliando Saputra yang sebelumnya menjabat Kapolsubsektor Batu Putih, Polres Berau.

Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto menegaskan mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan menyegarkan struktur sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, para pejabat yang baru dilantik harus segera beradaptasi dengan karakteristik wilayah tugas masing-masing.

“Pejabat baru harus cepat menyesuaikan diri dan memahami kondisi wilayah tugasnya. Pelayanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Ia menambahkan, wilayah hukum Kutai Timur memiliki karakteristik yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, perkebunan, hingga pertambangan. Karena itu, para pejabat baru dituntut mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen di wilayah masing-masing.

Rotasi ini diharapkan semakin memperkuat kinerja Polres Kutim dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Baca Juga:   DPRD Balikpapan Minta Kominfo dan Aparat Perketat Pengawasan Penjualan Obat Ilegal Daring

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img