spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Masuk Kandidat Adipura, Balikpapan Disidak Menteri LH

BALIKPAPAN — Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, menyebut Kota Balikpapan masuk dalam daftar kandidat daerah berpotensi meraih nilai tinggi pada penilaian Adipura 2025. Namun, ia menegaskan masih terdapat sejumlah catatan penting, terutama terkait pengelolaan sampah di kawasan permukiman dan kondisi sungai.

Hal tersebut disampaikan Hanif saat melakukan kunjungan lapangan di Balikpapan, Jumat (6/2/2026) sekitar pukul 16.30 Wita di Kota Balikpapan, sebagai bagian dari rangkaian pemantauan nasional pengelolaan sampah yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup selama satu tahun terakhir.

“Secara visual, jalan-jalan utama di Balikpapan cukup baik. Namun, di kawasan permukiman, pengelolaan sampah masih perlu banyak perbaikan. Sungai-sungai juga belum ramah lingkungan,” ujarnya.

Lebih lanjut Hanif menjelaskan, Kementrian LH telah melakukan evaluasi pengelolaan sampah di 471 Kabupaten/Kota di Indonesia, tidak termasuk wilayah Papua. Dari hasil penilaian sementara, hanya empat daerah yang berpotensi memperoleh nilai di atas 75 dan masuk kandidat kuat Adipura, yakni Kota Surabaya, Kota Balikpapan, Kota Bontang dan Kabupaten Ciamis.

Baca Juga:   Patroli Gereja, Brimob Polda Kaltim Berikan Rasa Aman bagi Umat Kristiani saat Beribadah

Meski demikian, Hanif menegaskan proses verifikasi lapangan tetap dilakukan secara ketat untuk menjaga objektivitas penilaian. Karena itu, selama di Balikpapan ia memilih turun langsung tanpa pendampingan pemerintah daerah guna berdialog dengan masyarakat dan melihat kondisi riil di lapangan.

“Kami tidak ingin ada komplain di kemudian hari. Penilaian harus adil dan berbasis fakta,” jelasnya.

Secara nasional, Hanif mengungkapkan mayoritas daerah masih berada pada kategori kota dengan pengelolaan sampah buruk. Dari total penilaian, hanya 29 Kabupaten/Kota yang masuk kategori kota bersertifikat, sementara hampir 400 daerah masih tergolong kota kotor.

Kondisi tersebut, menurut Hanif, menjadi dasar Presiden Prabowo Subianto mendorong Gerakan Nasional Indonesia Asri sebagai upaya kolektif membenahi persoalan sampah nasional.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img