BALIKPAPAN – Kemudahan layanan keuangan digital dan maraknya promo belanja online dinilai membawa tantangan baru bagi generasi muda. Di balik kemudahan mengakses pinjaman, mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), hingga berbelanja saat festival diskon, literasi keuangan menjadi faktor utama agar masyarakat tidak terjebak dalam masalah finansial.
Di era digital, mengajukan pinjaman kini dapat dilakukan hanya melalui beberapa sentuhan di ponsel tanpa prosedur yang rumit. Kemudahan tersebut memang menjadi solusi bagi sebagian orang, namun juga berpotensi mendorong perilaku konsumtif jika tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan.
Fenomena “beli sekarang, pikir belakangan” disebut semakin sering terjadi di kalangan generasi muda. Keinginan mengikuti tren dan gaya hidup di media sosial kerap mengalahkan kebutuhan yang sebenarnya. Karena itu, masyarakat didorong untuk memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan sebelum mengambil keputusan finansial.
Selain pinjaman digital, kepemilikan rumah melalui skema KPR juga membutuhkan perencanaan yang matang. Meski akses informasi mengenai KPR semakin mudah, komitmen pembayaran cicilan dalam jangka panjang harus diimbangi dengan pengelolaan arus kas yang sehat, termasuk menyiapkan dana darurat, biaya perawatan rumah, pajak, hingga asuransi.
Pemanfaatan teknologi digital dinilai dapat membantu masyarakat mengatur keuangan secara lebih disiplin. Salah satunya melalui aplikasi perbankan digital yang menyediakan fitur pengelompokan tabungan sesuai tujuan keuangan, sehingga dana untuk cicilan rumah maupun kebutuhan masa depan tidak tercampur dengan pengeluaran harian.
Di sisi lain, momentum promo belanja pada tanggal-tanggal kembar seperti 1.1, 2.2 hingga 12.12 juga menjadi perhatian. Berbagai penawaran flash sale dan gratis ongkir sering memicu pembelian impulsif yang pada akhirnya menguras anggaran.
Masyarakat diimbau menyusun anggaran belanja sebelum mengikuti festival diskon daring. Dengan memanfaatkan fitur pengelolaan keuangan pada aplikasi perbankan digital, pengguna dapat memisahkan dana belanja, tabungan, maupun kebutuhan lain sehingga pengeluaran tetap terkendali.
Salah satu layanan yang dapat dimanfaatkan adalah aplikasi blu by BCA Digital melalui fitur bluSaving untuk membuat pos tabungan sesuai kebutuhan, seperti dana darurat, uang muka rumah, maupun cicilan KPR. Selain itu, fitur bluGether juga dapat digunakan untuk mengelola dana bersama secara transparan, misalnya saat berbagi biaya pembelian dalam program promosi.
Melalui literasi keuangan yang baik serta pemanfaatan teknologi secara bijak, masyarakat diharapkan mampu menjadikan layanan digital sebagai alat untuk memperkuat kondisi finansial, bukan justru terjebak dalam utang konsumtif dan pengeluaran yang tidak terencana. (Rls)





