BALIKPAPAN — Proses debarkasi jemaah haji kloter pertama Embarkasi Haji Balikpapan berlangsung lancar dan tertib. Kepulangan jemaah yang berasal dari Samarinda dan Sulawesi Utara tersebut menjadi momentum penting dalam rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, setelah sebelumnya seluruh proses embarkasi dinyatakan berjalan sukses.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, R. Iwan Winaya Mahdar, mengatakan bahwa keberhasilan layanan haji tidak lepas dari sinergi berbagai pihak yang terlibat sejak tahap keberangkatan hingga kepulangan jemaah.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian embarkasi untuk kloter 1 sampai 17 berjalan dengan baik. Hari ini kita memasuki fase debarkasi pertama, dan harapan kami seluruh proses dapat berlangsung aman, lancar, serta memberikan kenyamanan bagi para jemaah,” ujarnya, Minggu (7/6/2026).

Menurut Iwan, sebelum pelaksanaan debarkasi telah dilakukan rapat koordinasi lintas sektor untuk memastikan kesiapan seluruh layanan di lapangan. Kolaborasi tersebut melibatkan Kementerian Agama melalui Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), maskapai Garuda Indonesia, serta mitra operasional seperti Gapura Angkasa dan PT Angkasa Pura Indonesia.
“Salah satu inovasi layanan tahun ini adalah penggunaan garbarata atau boarding bridge bagi jemaah haji saat proses kedatangan,” jelasnya.
Fasilitas ini dinilai memberikan kenyamanan lebih, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan akses lebih mudah saat turun dari pesawat.
“Penggunaan garbarata ini menjadi salah satu peningkatan layanan. Kami ingin memastikan jemaah dapat turun dari pesawat dengan lebih aman, nyaman, dan terlayani dengan baik,” tambah Iwan.
Selain itu, fasilitas kursi roda juga telah disiapkan secara optimal sesuai kebutuhan jemaah, khususnya bagi mereka yang tergolong risiko tinggi (risti). Layanan tersebut didukung oleh sistem penanganan khusus di jalur kedatangan, termasuk pengaturan teknis seperti pemanfaatan lift dan alur pergerakan yang lebih adaptif di lapangan.
Iwan menegaskan bahwa seluruh aspek teknis di lapangan akan terus dievaluasi guna meningkatkan kualitas layanan pada kloter berikutnya. Ia berharap pengalaman tahun ini dapat menjadi standar pelayanan yang lebih baik di masa mendatang.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita memastikan seluruh jemaah haji mendapatkan pelayanan terbaik sejak tiba hingga kembali ke keluarga masing-masing,” tegasnya.
Dengan sinergi yang solid antar-stakeholder, proses debarkasi haji di Bandara SAMS Sepinggan diharapkan terus berjalan tertib, humanis, dan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Penulis: Aprianto





