Langkah Ringan Wanda Menuju Tanah Suci di Usia 20 Tahun

BALIKPAPAN — Diantara deretan koper dan wajah-wajah penuh harap di Asrama Haji Embarkasi Balikpapan, sosok muda itu tampak menonjol. Usianya baru 20 tahun, jauh di bawah rata-rata jemaah haji tahun ini yang didominasi kalangan lanjut usia.

Namun, langkahnya mantap. Senyumnya tenang. Wanda, begitu ia memperkenalkan diri, bersiap menapaki perjalanan spiritual yang telah lama dinantikan.

Dengan raut penuh syukur, Wanda mengaku masih tak menyangka bisa berangkat ke Tanah Suci di usia yang begitu muda.

“Alhamdulillah, tentu sangat senang bisa berangkat haji di usia 20 tahun. Ini kesempatan yang luar biasa dan tidak semua orang bisa mendapatkannya,” ujarnya, Minggu (26/4/2026).

Dibalik kebahagiaan itu, tersimpan cerita panjang tentang kesabaran dan perencanaan. Perjalanan Wanda menuju ibadah haji bukanlah sesuatu yang terjadi dalam semalam. Orang tuanya telah mendaftarkannya sejak 2012, ketika ia masih anak-anak. Lebih dari satu dekade kemudian, harapan itu akhirnya menjelma kenyataan.

“Ini memang sudah direncanakan orang tua sejak lama. Jadi ketika waktunya tiba tahun ini, rasanya sangat bersyukur bisa benar-benar terwujud,” jelasnya.

Baca Juga:   Terbukti Ada Transaksi dengan Caleg, Satu Anggota Panwaslu di Balikpapan Diberhentikan

Perjalanan ini menjadi semakin bermakna karena Wanda tidak berangkat sendiri. Ia akan menunaikan ibadah haji bersama kedua orang tuanya. Bagi Wanda, kebersamaan itu adalah anugerah tersendiri dan sebuah momen langka yang mengikat perjalanan fisik dan spiritual dalam satu waktu yang sama.

Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa aktif sekaligus ketua kelas, Wanda sempat menghadapi tantangan dalam mempersiapkan keberangkatan. Ia harus membagi waktu antara kuliah, aktivitas organisasi, dan berbagai persiapan haji yang tak sedikit.

“Memang cukup menantang membagi waktu. Tapi dengan dukungan orang tua dan manajemen waktu yang baik, semuanya bisa dijalani,” tambahnya.

Meski demikian, tak ada keluhan berarti. Semua proses dijalani dengan kesungguhan dan disiplin, ditopang oleh dukungan keluarga yang tak pernah surut. Wanda menjadi potret bahwa ibadah haji bukan semata soal usia, melainkan tentang kesiapan hati dan panjangnya ikhtiar.

Kisahnya menghadirkan makna yang lebih dalam. Di tengah kehidupan modern yang sering kali membuat banyak orang menunda niat baik, langkah Wanda justru menunjukkan sebaliknya. Bahwa sebuah perjalanan besar bisa dimulai dari niat sederhana yang ditanam sejak dini—dan dijaga dengan kesabaran.

Baca Juga:   Pemkot Balikpapan Perkuat Sistem Merit ASN, 500 Pegawai Siap Jalani Asesmen Lanjutan

Bagi Wanda, haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Ini adalah perjalanan cinta—antara dirinya dengan Sang Pencipta, sekaligus bentuk bakti kepada orang tua yang telah menyiapkan jalan itu sejak lama.

Sebuah perjalanan yang dimulai dari doa, tumbuh bersama waktu, dan kini siap membawanya menuju pengalaman spiritual yang akan dikenang sepanjang hayat.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img