Hari Doa Nasional 2026 di Balikpapan Angkat Pesan Persatuan

BALIKPAPAN – Sekitar 2.000 peserta memadati Gedung BSCC Dome Balikpapan pada Kamis (2/7/2026) untuk mengikuti pembukaan Hari Doa Nasional 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Forum Umat Kristiani Indonesia (FUKRI) ini menjadi awal dari rangkaian acara yang akan berlangsung selama empat hari, mulai 2 hingga 5 Juli.

Peserta yang hadir berasal dari berbagai wilayah di Kalimantan Timur serta sejumlah provinsi di Indonesia. Acara juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan delapan aras gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta jemaat Kristen.

Ketua Panitia Hari Doa Nasional 2026, Fani Yosi, mengatakan penyelenggaraan tahun ini mengedepankan nilai persatuan, pelayanan, dan kebersamaan sebagai bentuk penguatan semangat kebangsaan di tengah keberagaman Indonesia.

Menurut istri Waka Polda Kaltim, pelaksanaan di Balikpapan menghadirkan sejumlah pembaruan. Untuk pertama kalinya, seluruh prosesi pembukaan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube sehingga dapat diikuti masyarakat dari berbagai daerah, termasuk dari luar negeri.

Selain itu, panitia juga menyediakan layanan juru bahasa isyarat bagi peserta penyandang disabilitas rungu sebagai upaya menghadirkan kegiatan yang lebih inklusif.

Baca Juga:   HPN 2025, PLN UID Kaltimra Hadir Lebih Dekat Dengar Aspirasi

“Kami ingin semua orang dapat mengikuti pesan-pesan doa, kasih, dan kebangsaan tanpa ada yang tertinggal,” ujarnya, Jumat (3/7/2026).

Lebih lanjut Fani Yosi menjelaskan, Hari Doa Nasional merupakan agenda tahunan FUKRI yang kini memasuki penyelenggaraan kelima. Sebelumnya, kegiatan serupa pernah digelar di Kupang, Papua, Manado, dan Medan.

“Kenapa di Balikpapan dan Kalimantan Timur, karena saat ini sedang di bangun IKN (Ibu Kota Nusantara). Jadi kita ingin mendoakannya. Tapi secara umum kita berdoa untuk Indonesia juga,” jelasnya.

Dalam pembukaan acara, Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyampaikan sambutan melalui tayangan video. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kerukunan, serta semangat kebangsaan yang berlandaskan nilai-nilai keimanan.

Suasana pembukaan semakin semarak dengan penampilan sejumlah penyanyi rohani nasional, seperti Sari Simorangkir dan Andi Ambarita. Penampilan Grezya Ephipani, penyanyi sekaligus pianis tunanetra, turut menjadi salah satu sajian yang mendapat sambutan hangat dari peserta.
Acara juga dimeriahkan penampilan Korea World Choir, PSRP Choir yang merupakan juara nasional Pesparawi, PSDP Choir, pertunjukan tari nusantara, hingga musik rohani.

Baca Juga:   BCR: Ulang Tahunnya Para Pecinta Lari Kota Balikpapan, Sekaligus Rayakan HUT ke-129 Kota Balikpapan

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian adalah pertunjukan sand art karya seniman Ronald yang menggambarkan perjalanan FUKRI serta sejarah penyelenggaraan Hari Doa Nasional melalui media lukis pasir.

Pembukaan Hari Doa Nasional 2026 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, baik pimpinan gereja, pengurus FUKRI, tamu undangan, maupun masyarakat yang mengikuti secara langsung maupun melalui siaran daring.

“Usai pembukaan, rangkaian Hari Doa Nasional akan dilanjutkan dengan berbagai agenda, di antaranya ibadah, doa bersama, seminar, dan kegiatan persekutuan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia hingga 5 Juli 2026,” tutupnya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img