Harga Rumah Baru di Balikpapan Melandai, Properti Komersial Alami Penurunan

BALIKPAPAN – Perkembangan sektor properti di Kota Balikpapan menunjukkan tren perlambatan pada akhir 2025. Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia Balikpapan, harga rumah baru tercatat melandai, sementara harga properti komersial justru mengalami penurunan.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan bahwa dalam Survei Harga Properti Residensial (SHPR), Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan IV 2025 tercatat sebesar 106,52 atau tumbuh 0,43 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih rendah dibandingkan triwulan III 2025 yang tumbuh 0,67 persen (yoy).

“Perlambatan ini terjadi pada seluruh tipe rumah, baik besar, menengah, maupun kecil. Kenaikan harga rumah tipe besar tercatat 1,27 persen (yoy), tipe menengah 0,07 persen (yoy), dan tipe kecil 0,14 persen (yoy), seluruhnya lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya,” ujarnya, Jumat (3/4/2026).

Lebih lanjut Robi menjelaskan, kondisi tersebut dipengaruhi oleh permintaan masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Selain itu, sejumlah proyek strategis seperti pengembangan kilang RDMP serta pembangunan Ibu Kota Nusantara tahap pertama yang mulai memasuki tahap penyelesaian turut memengaruhi mobilitas pekerja dan aktivitas ekonomi di Balikpapan.

Baca Juga:   Lecehkan Lawan Dalam Debat Perdana Pilgub Kaltim, Isran Noor Tuai Kritik

“Dari sisi penjualan, volume transaksi rumah baru juga masih terbatas. Pada triwulan IV 2025, jumlah rumah terjual tercatat sebanyak 119 unit, atau turun 42,79 persen (yoy). Meski demikian, penurunan ini tidak sedalam triwulan sebelumnya,” jelasnya.

Menariknya, penjualan rumah tipe besar justru meningkat secara triwulanan hingga 108 persen, dari 13 unit menjadi 27 unit. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan minat pada segmen menengah atas, dengan kontribusi nilai penjualan mencapai 74 persen.

Dalam hal pembiayaan, mayoritas masyarakat masih mengandalkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan pangsa mencapai 78 persen. Penyaluran KPR di Balikpapan tercatat sebesar Rp4,97 triliun pada triwulan IV 2025, tumbuh 4,16 persen (yoy), dengan rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di bawah 5 persen.

Di sisi lain, Survei Perkembangan Properti Komersial (PPKOM) menunjukkan Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) turun 0,36 persen (yoy) menjadi 105,86. Penurunan ini terjadi pada hampir seluruh segmen, seperti perkantoran, hotel, dan apartemen, sementara sektor ritel cenderung stabil.

“Terbatasnya permintaan hotel dan berkurangnya aktivitas MICE, serta menurunnya mobilitas pekerja proyek, menjadi faktor utama penurunan tersebut,” tambah Robi.

Baca Juga:   Tak Berizin, Sejumlah Lapak Angkringan Dibongkar Petugas

Meski demikian, prospek sektor properti di Balikpapan dinilai masih positif. Hal ini didorong oleh potensi peningkatan aktivitas industri hilirisasi serta kelanjutan pembangunan IKN tahap kedua pada 2026.

Robi juga menyatakan pihaknya terus memperkuat kebijakan makroprudensial untuk mendorong pembiayaan sektor properti.

“Melalui kebijakan insentif likuiditas makroprudensial, Bank Indonesia berharap penyaluran kredit, khususnya untuk sektor perumahan, dapat meningkat dan mendukung pemulihan ekonomi secara berkelanjutan,” tutupnya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img