BALIKPAPAN – Garasi Rostery resmi hadir di Kota Balikpapan sebagai tempat penyangraian (roasting) biji kopi sekaligus ruang bagi penikmat kopi untuk menikmati sajian kopi dengan konsep open bar. Berlokasi di Jalan Soekarno Hatta Kilometer 15, tepatnya di dekat Gereja Katolik Kristus Paroki, Balikpapan Utara, usaha ini telah beroperasi sejak Mei 2026.
Roaster sekaligus Quality Control Garasi Rostery, Gusti Ahmad, mengatakan usaha tersebut awalnya dibangun untuk memenuhi kebutuhan biji kopi bagi para penikmat kopi rumahan atau home brewer. Namun, seiring meningkatnya permintaan, Garasi Rostery juga mulai memasok kebutuhan beans bagi sejumlah kedai kopi di Balikpapan.

“Kami sering menemukan kafe-kafe kecil kehabisan stok beans saat ngopi bersama teman-teman. Dari situ kami melihat ada kebutuhan yang belum terpenuhi, sehingga Garasi Rostery hadir untuk menjadi solusi bagi mereka,” ujar Gusti.
Menurutnya, Garasi Rostery ingin menjadi mitra bagi usaha kedai kopi skala kecil yang belum memiliki pemasok tetap. Selain itu, usaha ini juga mendukung keberlanjutan dengan membeli biji kopi langsung dari para petani di berbagai daerah penghasil kopi di Indonesia.
Biji kopi yang diolah berasal dari sejumlah daerah, di antaranya Gayo Takengon (Aceh), Lampung, Toraja, Bondowoso, Temanggung, hingga kawasan Gunung Ijen dan Semeru-Lumajang.

“Saat ini tersedia sekitar 10 varian single origin, seperti Arabika Kalosi Enrekang, Arabika Sinbuang Toraja, Arabika Bittuang Toraja, Gayo Takengon, Lampung, Bondowoso, dan Temanggung,” jelasnya.
Gusti mengakui tantangan utama dalam memperoleh pasokan kopi berasal dari lamanya proses pengiriman yang bisa mencapai empat minggu. Meski demikian, kualitas biji kopi tetap terjaga berkat standar pengemasan dari para pemasok. Menurutnya, tantangan berikutnya adalah menjaga penyimpanan agar kualitas kopi tetap optimal.
Untuk menjaga mutu, Garasi Rostery hanya menggunakan biji kopi grade 1 dengan tingkat cacat sekitar 1 hingga 3 persen per kilogram. Dalam sekali proses roasting, kapasitas produksi mencapai 25 hingga 30 kilogram dan dilakukan setiap akhir pekan.
“Kami fokus menjaga kualitas sekaligus kontinuitas pasokan. Banyak kopi yang rasanya bagus, tetapi belum tentu tersedia secara berkelanjutan. Itu yang kami upayakan agar pelanggan selalu mendapatkan produk yang sama kualitasnya,” tambahnya.
Garasi Rostery menyediakan kemasan 100 gram, 250 gram, 500 gram, hingga 1 kilogram dalam bentuk biji utuh maupun bubuk. Selain itu, tersedia pula fasilitas Slow Bar, di mana pengunjung dapat menikmati kopi sambil menyaksikan langsung proses penyeduhan.
“Siapa saja bisa datang ke Slow Bar. Selama berada di sini, pengunjung bebas menikmati kopi dan berdiskusi seputar dunia kopi,” tutup Gusti.
Penulis: Aprianto





