Disdukcapil Pastikan Belum Ada Lonjakan Pendatang ke Balikpapan

BALIKPAPAN – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Balikpapan mencatat belum adanya peningkatan signifikan jumlah pendatang usai periode libur lebaran. Hingga akhir Maret 2026, arus masuk warga dari luar daerah masih berada dalam kondisi normal, sejalan dengan data pelayanan administrasi kependudukan yang relatif stabil.

Kepala Disdukcapil Balikpapan, Tirta Dewi, mengatakan bahwa dalam rentang bulan Maret 2026, jumlah pendatang yang mengurus dokumen kependudukan tercatat sekitar 75 orang. Angka tersebut dinilai tidak jauh berbeda dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Belum terlihat adanya lonjakan. Jumlahnya masih cenderung sama seperti tahun lalu,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).

Menurut Tirta, karakteristik Balikpapan sebagai kota transit turut memengaruhi dinamika tersebut. Banyak pendatang yang hanya singgah sementara sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah lain, seperti Penajam Paser Utara atau wilayah sekitar yang menjadi tujuan utama.

Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan pentingnya pelaporan bagi masyarakat yang datang dan tinggal dalam jangka waktu tertentu. Pendatang diminta untuk melapor ke ketua RT setempat atau memanfaatkan layanan Disdukcapil sebagai penduduk non-permanen.

Baca Juga:   Kuasa Hukum Apresiasi PN dan BPN Balikpapan, Soroti Hambatan dalam Pemeriksaan Tanah

“Bagi yang berencana menetap, dianjurkan untuk segera mengurus perpindahan domisili secara resmi,” jelasnya.

Di sisi lain, Disdukcapil Balikpapan terus mendorong percepatan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD). Program ini disebut mendapat respons positif dari masyarakat dan menjadi salah satu fokus pelayanan saat ini.
Layanan aktivasi IKD kini telah tersedia di 21 kelurahan yang tersebar di enam kecamatan. Tidak hanya itu, Disdukcapil juga menerapkan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung wilayah-wilayah yang belum terjangkau layanan.

“Mulai pekan ini kami fokus di Balikpapan Barat, khususnya Kelurahan Margasari. Selama satu bulan ke depan, setiap Selasa hingga Kamis, tim akan hadir langsung untuk melayani masyarakat,” tambah Tirta.

Untuk memperluas jangkauan sosialisasi, Disdukcapil turut melibatkan peran aktif ketua RT sebagai ujung tombak di lingkungan masyarakat. Melalui pendekatan ini, diharapkan informasi terkait pentingnya IKD dapat tersampaikan lebih efektif.

Dengan berbagai upaya tersebut, Disdukcapil Balikpapan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya tertib administrasi kependudukan, sekaligus mempermudah akses layanan di era digital.

Baca Juga:   Korban Kebakaran Akan Dapat Bantuan Uang Sewa Rumah 12 Bulan

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img