Bimtek Kemenpar di Balikpapan, Singgung Konten Promosi Hingga Dampak Tiket Pesawat

BALIKPAPAN — Kementerian Pariwisata menggelar bimbingan teknis (bimtek) bertema penguatan konten promosi dalam bingkai “Wonderful Indonesia” di Hotel Novotel Balikpapan, Sabtu (18/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, serta diikuti pelaku pariwisata, asosiasi, komunitas, hingga perwakilan pemerintah daerah.

Forum tersebut menyoroti sejumlah isu strategis, termasuk tingginya harga tiket pesawat yang dinilai berpengaruh terhadap mobilitas wisatawan.

Hetifah mengatakan, meningkatnya kunjungan ke Balikpapan, khususnya dari luar daerah, menjadi indikator tingginya minat wisatawan. Namun, kondisi itu juga berdampak pada keterbatasan ketersediaan tiket.

“Lonjakan jumlah pengunjung membuat tiket pesawat sulit didapat. Kenaikan harga tentu berdampak pada sektor pariwisata dan ekonomi daerah,” ujarnya.

Ia menilai persoalan tersebut perlu dicari jalan keluarnya secara bersama agar tidak menghambat pertumbuhan pariwisata. Di sisi lain, Hetifah menekankan pentingnya penguatan konten promosi sebagai kunci menarik minat wisatawan.

Menurutnya, banyak destinasi potensial belum dikenal luas karena kurangnya narasi dan penyajian konten yang menarik. Dalam era digital, keputusan wisatawan kerap dipengaruhi oleh informasi singkat yang ditemui di media sosial.

Baca Juga:   Iwan Wahyudi Optimis Prabowo-Gibran Bisa Bawa Indonesia Emas

“Destinasi yang bagus belum tentu ramai jika tidak didukung konten yang kuat dan mudah ditemukan,” jelasnya.

Ia juga mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan, untuk meningkatkan kualitas promosi, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak seperti Badan Riset dan Inovasi Nasional.

Sementara itu, Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Kementerian Pariwisata, Firnandi Gufron, menjelaskan pemerintah tengah mengakselerasi promosi melalui empat kampanye utama “Wonderful Indonesia”. Program tersebut mencakup promosi wisata mancanegara, pengembangan desa wisata, pendekatan pariwisata berkelanjutan, hingga kampanye wisata domestik.

Ia menambahkan, dinamika global turut memengaruhi sektor pariwisata, termasuk harga tiket dan rute penerbangan. Kondisi ini dinilai sebagai peluang untuk mendorong wisatawan dalam negeri berlibur di dalam negeri.

“Konten menjadi faktor utama, tetapi cara penyampaian pesan juga menentukan keberhasilannya,” ujarnya.

Firnandi juga menilai Balikpapan memiliki prospek besar sebagai destinasi unggulan, didukung infrastruktur memadai dan kedekatannya dengan kawasan Ibu Kota Nusantara.

“Melalui bimtek ini, peserta diharapkan mampu menghasilkan konten promosi yang kreatif dan berdampak, sehingga mampu memperkuat daya saing pariwisata di Kalimantan Timur,” tutupnya.

Baca Juga:   Kota Balikpapan Tutup Tempat Hiburan Malam selama Idul Adha

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img