BALIKPAPAN — Forum Gerbangtara (Gerakan Bangun Nusantara) menjadi ruang strategis bagi dialog antara masyarakat Kalimantan Timur dan pemerintah pusat dalam membahas arah pembangunan ekonomi berbasis kerakyatan. Kegiatan yang digelar secara berkala ini dinilai mampu menjembatani aspirasi pelaku usaha di daerah agar lebih dekat dengan kebijakan nasionKoordinator Konsorsium Gerbangtara, Aie Natasha, mengatakan bahwa tujuan utama forum ini adalamembuka ruang komunikasi dua arah, sehingga pemerintah pusat dapat memahami kondisi riil di daerah, sementara masyarakat memperoleh akses terhadap program dan peluang pengembangan usaha yang lebih luas.
“Gerbangtara dari tahun ke tahun memang membuka kesempatan untuk berdialog antara masyarakat Kalimantan Timur dengan pemerintah pusat. Tujuannya untuk menyerap aspirasi, sekaligus memberi ruang agar masyarakat daerah bisa berkembang,” ujarnya.
Kehadiran unsur pemerintah pusat tersebut diharapkan mampu memberikan perspektif baru terkait transformasi UMKM di era digital, khususnya dalam pemanfaatan teknologi dan penguatan daya saing usaha kecil.
Pembahasan dalam forum menitikberatkan pada tema ekonomi hijau dan konsep UMKM berkelanjutan. Narasumber menjelaskan bahwa pendekatan ekonomi hijau kini menjadi arah penting dalam pembangunan ekonomi global, termasuk di Indonesia. UMKM diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
“Yang kita bahas adalah bagaimana UMKM memiliki konsep green economy atau UMKM hijau. Dari diskusi tadi terlihat masih banyak tantangan, tetapi sekaligus juga peluang besar untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan melalui UMKM,” jelasnya.
Ia menambahkan, konsep UMKM hijau masih belum sepenuhnya familiar di Kooangan pelaku usaha kecil, namun memiliki potensi besar untuk menjadi arah masa depan ekonomi daerah, khususnya di Kalimantan Timur yang tengah bersiap menghadapi transformasi ekonomi baru.
Kedepan, Gerbangtara berencana memperluas jejaring kerja sama dengan sektor swasta, termasuk lembaga keuangan, perbankan, hingga investor sosial. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat akses pembiayaan bagi pelaku UMKM serta menghubungkan berbagai program usaha di Kalimantan Timur dengan sumber pendanaan yang lebih berkelanjutan.
“Peluang kami ke depan adalah menghubungkan program dan usaha di Kalimantan Timur dengan pemberi dana, baik angel investor maupun lembaga keuangan yang mendukung proyek keberlanjutan,” tambahnya.
Forum ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dalam mempercepat transformasi UMKM menuju ekonomi yang lebih inklusif, hijau, dan berdaya saing.
Penulis: Aprianto





