Mengenal Liquid Etomidate, Cairan Vape Berbahaya yang Disalahgunakan

BALIKPAPAN — Liquid Etomidate menjadi sorotan setelah ditemukan dalam sejumlah produk vape ilegal yang beredar di Indonesia. Dan terbaru adalah pengungkapan kasus oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim.

Cairan ini diketahui mengandung Etomidate, yakni obat anestesi atau obat bius yang sebenarnya digunakan di dunia medis untuk membantu pasien kehilangan kesadaran saat menjalani operasi atau tindakan darurat.

Dalam dunia kesehatan, Etomidate diberikan melalui suntikan intravena dan hanya boleh digunakan oleh tenaga medis dengan pengawasan ketat. Namun belakangan, zat tersebut disalahgunakan dengan dicampurkan ke dalam liquid rokok elektrik atau vape untuk menghasilkan efek mabuk, tenang, hingga halusinasi.

Penggunaan Etomidate melalui vape dinilai sangat berbahaya karena dosisnya tidak terkontrol. Zat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat dan dapat menyebabkan penurunan kesadaran, pusing, halusinasi, gangguan pernapasan, kejang hingga koma. Dalam kondisi berat, penyalahgunaan Etomidate berisiko menyebabkan henti napas dan kematian.

Selain itu, Etomidate juga dapat mengganggu produksi hormon tubuh, terutama hormon kortisol yang berfungsi menjaga tekanan darah dan respons tubuh terhadap stres. Jika digunakan terus-menerus, pengguna berisiko mengalami gangguan kesehatan serius.

Baca Juga:   Sopir Truk Kontainer Kecelakaan Maut di Muara Rapak Bakal Ditetapkan Tersangka, Begini Kronologisnya

Etomidate termasuk Narkotika golongan II yang berasal dari obat keras yang penggunaannya diatur dalam Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023. Peredaran liquid vape yang mengandung Etomidate tanpa izin resmi dapat diproses hukum karena termasuk distribusi sediaan farmasi ilegal.

Aparat kepolisian dan Badan Narkotika Nasional (BNN) mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap vape dengan kandungan tidak jelas. Sebab, liquid yang tampak seperti rokok elektrik biasa itu dapat mengandung zat berbahaya yang membahayakan kesehatan dan keselamatan penggunanya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img