BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan terus mempercepat langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dengan menargetkan perluasan lahan pertanian hingga mencapai sekitar 50 hektare di kawasan Gunung Binjai. Upaya ini menjadi bagian penting untuk mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan dari luar daerah yang hingga kini masih tergolong tinggi.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan bahwa pengembangan sektor pertanian tidak hanya difokuskan pada optimalisasi lahan yang sudah ada, tetapi juga diarahkan pada pembukaan area produksi baru. Menurutnya, peningkatan produksi gabah menjadi kunci utama dalam memperkuat pasokan pangan lokal.
“Produksi gabah harus ditingkatkan agar pasokan pangan lokal bisa lebih kuat. Karena itu, perluasan lahan menjadi salah satu langkah penting yang kami dorong,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Saat ini, luas lahan pertanian di kawasan tersebut telah mengalami peningkatan signifikan, dari sekitar 26 hektare menjadi 40 hektare. Capaian ini dinilai sebagai progres awal yang positif dalam mendukung kemandirian pangan daerah. Berdasarkan pemetaan terbaru, masih terdapat potensi tambahan lahan sekitar 10 hektare yang bisa dimanfaatkan, sehingga total luasan ditargetkan mencapai 50 hektare dalam beberapa tahun mendatang.
Bagus mengungkapkan, kondisi saat ini menunjukkan sekitar 80 persen kebutuhan pangan Balikpapan masih dipasok dari luar daerah. Ketergantungan tersebut dinilai cukup rentan terhadap gangguan distribusi maupun fluktuasi harga di pasar.
Sejak 2025, Pemkot Balikpapan telah melakukan berbagai intervensi untuk memperkuat sektor hulu pertanian. Program tersebut meliputi pembangunan jalan usaha tani, rehabilitasi lahan, hingga pencetakan sawah baru.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan infrastruktur pendukung hingga 2027, seperti jaringan irigasi, peningkatan kualitas tanah, serta akses distribusi hasil pertanian.
“Ketergantungan ini tidak bisa dihilangkan dalam waktu singkat, tetapi bisa ditekan secara bertahap dengan memperkuat sektor pertanian lokal,” tambahnya.
Melalui perluasan lahan dan penguatan infrastruktur ini, Pemkot berharap produksi beras lokal meningkat signifikan, sekaligus mendorong kemandirian pangan Balikpapan secara berkelanjutan.
Penulis: Aprianto





