Harga Plastik di Balikpapan Melonjak Tajam Pasca Lebaran, Pedagang Tertekan

BALIKPAPAN – Harga plastik di Balikpapan, Kalimantan Timur, mengalami kenaikan signifikan pasca Lebaran. Lonjakan harga ini dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta terbatasnya pasokan bahan baku impor, sehingga berdampak langsung pada pedagang hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Meski aktivitas jual beli di sejumlah kios plastik masih terlihat normal, para pedagang mengaku tengah menghadapi tekanan berat. Pasalnya, harga plastik mengalami kenaikan drastis hingga 80 sampai 100 persen dan terus berubah dalam waktu singkat, bahkan setiap tiga hingga empat hari sekali.

Seorang pedagang plastik, Abdul Mustafa, mengatakan bahwa kenaikan ini tidak lepas dari ketergantungan bahan baku plastik terhadap impor. Melemahnya rupiah membuat harga biji plastik melonjak, sehingga pedagang tidak punya pilihan selain menyesuaikan harga jual.

“Untuk plastik ukuran besar yang sebelumnya dijual sekitar Rp20 ribu, sekarang sudah mencapai Rp35 ribu. Sementara ukuran kecil bahkan ada yang naik hingga dua kali lipat,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).

Baca Juga:   Patroli Aksi Kebut-kebutan, Satlantas Balikpapan Tertibkan Knalpot Racing

Dampak kenaikan harga ini juga dirasakan oleh pelaku usaha kecil, seperti pedagang gorengan dan warung makan. Rahma, salah satu pelaku usaha, mengaku harus mengurangi penggunaan plastik demi menekan biaya operasional.
Selain itu, daya beli konsumen yang mulai menurun turut memperparah kondisi. Penurunan ini berdampak pada omzet penjualan yang ikut tergerus.

“Pengaruh sekali lah mas, kita kan jualan juga pakai plastik. Mana sehari itu kita bisa butuh banyak buat bungkus,” ujarnya.

Sejumlah pelaku usaha mengaku masih berupaya bertahan tanpa menaikkan harga jual produk mereka. Namun, dengan tekanan biaya yang terus meningkat, mereka khawatir tidak dapat bertahan lama jika kondisi ini terus berlanjut.

“Ya mensiasatinya kita atur porsinya kembali, kita sesuaikan sama harga plastik atau bahan makanannya,” tambah Rahma.

Para pedagang pun berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga serta menjaga ketersediaan bahan baku, agar usaha kecil tetap bisa bertahan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img