Bupati Kutim Soroti Kinerja ASN, Seleksi JPT Jadi Momentum Perbaikan

SANGATTA — Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendapat respons tinggi dari aparatur sipil negara. Sebanyak 26 peserta mendaftar untuk memperebutkan empat posisi kepala perangkat daerah, dengan 23 di antaranya dinyatakan lolos seleksi administrasi.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menilai tingginya minat tersebut sebagai hal wajar. Namun ia menegaskan bahwa kualitas peserta jauh lebih penting dibandingkan jumlah pendaftar.

“Silakan saja mau berapa yang mendaftar, itu hak mereka. Tapi yang kita butuhkan hanya empat,” ujarnya.

Ardiansyah menekankan bahwa jabatan pimpinan tinggi tidak boleh dimaknai sebagai posisi nyaman. Ia meminta calon pimpinan OPD memiliki kompetensi, inovasi, kecerdasan, serta kemampuan manajerial yang kuat.

“Jangan sekadar duduk jabatan. Harus punya inovasi, kemampuan, dan kecerdasan. ASN juga wajib menguasai core value BerAKHLAK,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, tantangan pembangunan di Kutim masih cukup besar. Dengan usia daerah yang baru 27 tahun dan wilayah yang luas, pembangunan infrastruktur dasar masih perlu digenjot.

Baca Juga:   Rayakan HUT PT Angkasa Pura Indonesia Pertama, Bandara SAMS Sepinggan Salurkan Bantuan Ratusan Juta

“Jalan kita tingkat kematangannya masih di bawah 40 persen. Ini artinya pekerjaan rumah kita masih sangat banyak,” jelasnya.

Di sisi lain, Kutim memiliki potensi besar dari sektor sumber daya alam serta kemampuan fiskal daerah yang kuat. Hal tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendorong diversifikasi ekonomi di luar sektor batu bara.

“Kita sudah mulai dorong ekonomi di luar batu bara, dan itu sudah on the track,” katanya.

Bupati juga mengingatkan pentingnya percepatan implementasi visi-misi kepala daerah, termasuk 50 program prioritas yang telah ditetapkan.

“Jangan sampai bupati kerja sendiri. Program harus diterjemahkan dalam bentuk kegiatan nyata, bukan sekadar konsep,” sindirnya.

Selain itu, penguatan disiplin ASN juga menjadi perhatian serius. Pemerintah akan memperketat sistem absensi dan pengawasan kinerja yang terintegrasi.

“Absensi akan kita perketat. Ini bagian dari memastikan ASN benar-benar bekerja dengan baik,” pungkasnya. (MK)

Penulis: Ramlah
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img