spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BBPJN Kaltim Siapkan 2.500 Km Jalan untuk Mudik 2026, Tol IKN Direncanakan Dibuka Lebih Awal saat Idulfitri

BALIKPAPAN — Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur (BBPJN Kaltim) memastikan kesiapan infrastruktur jalan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Total sepanjang kurang lebih 2.500 kilometer jalan berada dalam tanggung jawab instansi tersebut, mencakup jalan nasional, ruas perbatasan, hingga akses menuju kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Kepala BBPJN Kaltim, Yudi Hardiana, mengatakan bahwa dari total panjang tersebut, sekitar 1.800 kilometer merupakan ruas jalan nasional berdasarkan Surat Keputusan (SK) kewenangan. Selain itu, terdapat sekitar 450 kilometer jalan perbatasan serta tambahan 600–700 kilometer jalan tol dan akses kawasan inti pusat pemerintahan IKN.

“Secara keseluruhan kurang lebih 2.500 kilometer kami tangani, mulai dari perbatasan Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, hingga akses menuju IKN dan jalan tol di dalamnya,” ujarnya dalam konferensi pers di Balikpapan, Selasa (3/3/2026).

Yudi juga memaparkan, tingkat kemantapan jalan nasional di Kalimantan Timur saat ini mencapai 87,24 persen. Meski tergolong tinggi, masih terdapat sekitar 230 titik jalan dengan kondisi rusak ringan hingga berat. Kerusakan tersebut antara lain dipicu kendaraan over dimension dan over load (ODOL) yang melintas di sejumlah ruas.

Baca Juga:   Jelang Mudik Lebaran, Polresta Balikpapan dan Jajaran Siap Terima Titipan Kendaraan

“Kami memprioritaskan kesiapan jalur utama mudik sepanjang 952 kilometer yang membentang dari utara ke selatan. Dari total jalur tersebut, sekitar 10 persen atau kurang lebih 96 kilometer masih dalam kondisi rusak ringan dan berat, dan saat ini tengah ditangani secara bertahap,” jelasnya.

Selain perbaikan rutin, terdapat tiga pekerjaan besar yang menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Salah satunya adalah penanganan longsoran di ruas Sambodja–Semoi 2, tepatnya di Kilometer 9+500. Lokasi tersebut dinilai strategis karena menjadi akses penting menuju kawasan IKN.

“Kami pastikan penanganan dilakukan agar tidak mengganggu arus mudik. Titik ini menjadi perhatian khusus karena berada di koridor menuju IKN,” tambah Yudi.

Pada momen Idulfitri 2026, yang direncanakan bertepatan dengan pelaksanaan Salat Id perdana di kawasan inti pusat pemerintahan IKN, BBPJN Kaltim juga menyiapkan skema rekayasa lalu lintas, termasuk rencana pembukaan akses tol menuju IKN lebih awal.

“Waktu tempuh dari Tol IKN menuju kawasan inti diperkirakan sekitar 45 menit. Jika akses tol dibuka pukul 05.00 Wita, masyarakat dinilai masih memiliki waktu yang cukup untuk mengikuti Salat Id sekitar pukul 06.30 Wita,” tegasnya.

Baca Juga:   Dubes RI untuk Kazakhstan Ajak Balikpapan Perkuat Kerja Sama Perdagangan

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan infrastruktur terhadap kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus menyukseskan momentum bersejarah di ibu kota baru. BBPJN Kaltim pun mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan selama perjalanan mudik.

“Jalan yang baik harus diimbangi perilaku berkendara yang tertib dan bijak. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama,” tutup Yudi.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img