spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Volume Sampah Ramadan di Balikpapan Masih Normal, Lonjakan Diprediksi Jelang Lebaran

BALIKPAPAN — Volume sampah di Kota Balikpapan selama awal Ramadan hingga saat ini terpantau masih dalam kondisi normal. Pemerintah Kota melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memastikan belum terjadi peningkatan signifikan, meski aktivitas masyarakat cenderung meningkat pada bulan suci.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, mengatakan bahwa rata-rata produksi sampah harian pada hari normal mencapai sekitar 550 ton. Namun, berkat program pengurangan dari sumber, volume yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Manggar dapat ditekan hingga kisaran 380–400 ton per hari.

Kepala DLH Balikpapan, Sudirman Djayaleksana.

“Untuk awal Ramadan sampai hari ini masih normal. Belum ada peningkatan. Biasanya lonjakan terjadi mendekati Idulfitri, terutama malam takbiran dan hari pertama Lebaran,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Lebih lanjut Sudirman menjelaskan, berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, volume sampah saat malam Lebaran hingga hari pertama Idulfitri bisa melonjak hingga dua kali lipat. Jika dalam kondisi normal sampah yang terangkut sekitar 400 ton per hari, maka saat puncak perayaan bisa mencapai 600 hingga 800 ton per hari.

Baca Juga:   Pimpin Tabur Bunga di Laut Balikpapan, Wakapolda Kaltim : Mengenang Jasa Pahlawan Kita

“Lonjakan tersebut umumnya dipicu meningkatnya konsumsi rumah tangga, kemasan makanan, serta aktivitas silaturahmi masyarakat. Meski demikian, peningkatan itu bersifat sementara dan biasanya kembali stabil setelah hari pertama Lebaran,” jelasnya.

DLH menilai adanya tren penurunan volume sampah selama Ramadan tidak lepas dari kebijakan pengurangan sampah dari sumber. Kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 4 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Sampah, yang menekankan pengurangan sejak dari rumah tangga, sekolah, hingga perkantoran.

“Sekitar 30 persen pengurangan sudah terlihat. Ini hasil dari edukasi dan komitmen bersama untuk memilah serta mengurangi sampah dari sumbernya,” tambahnya.

Sementara itu, untuk mengantisipasi lonjakan jelang Lebaran, petugas kebersihan dijadwalkan bekerja lembur guna memastikan proses pengangkutan tetap optimal. DLH menegaskan pelayanan kebersihan tetap berjalan maksimal, terutama pada malam takbiran dan hari pertama Idulfitri.

Terkait program MBG (Pengelolaan Berbasis Gerakan), kontribusinya terhadap penurunan sampah masih belum signifikan terlihat. Namun pemerintah mendorong agar pengelolaan sampah organik dilakukan langsung dari lokasi sumbernya, sehingga beban ke TPA dapat terus ditekan.

Baca Juga:   TMMD Ke-127 Perkuat Kemanunggalan Lewat Aksi Sosial Ramadhan

Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terus meningkat, terutama dalam momentum Ramadan yang identik dengan pengendalian diri. Selain menahan lapar dan dahaga, pengendalian konsumsi berlebihan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan kota.

“Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, Balikpapan optimistis mampu menjaga stabilitas pengelolaan sampah selama Ramadan hingga Idulfitri,” tutupnya.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img