Wisata Beras Basah Kembali Diwarnai Masalah Sampah

BONTANG – Permasalahan sampah di Pulau Beras Basah kembali mencuat saat momen libur Lebaran. Lonjakan jumlah pengunjung diikuti meningkatnya volume sampah yang ditinggalkan di kawasan wisata tersebut.

Kepala Dispopar Bontang, Eko Mashudi, menegaskan bahwa pengelolaan sampah di pulau masih bergantung pada kesadaran pengunjung.

“DLH bisa membantu jika sampah sudah dibawa ke darat. Mereka tidak memiliki kapal untuk mengangkut sampah dari pulau,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Sebagai solusi, pemerintah menerapkan program Gerakan Sampahku Tanggung Jawabku (GESIT), yang mendorong wisatawan membawa kembali sampah masing-masing.

Namun, implementasi di lapangan masih menjadi tantangan. Kesadaran wisatawan dinilai belum optimal.

“Memang mengubah kesadaran itu sulit. Sudah diingatkan, tapi masih banyak yang abai,” ungkapnya.

Saat libur Lebaran, sampah plastik, botol minuman, dan sisa makanan masih terlihat berserakan di kawasan pantai.

Pemerintah terus mengimbau wisatawan untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, termasuk membawa kembali sampah ke daratan.

“Kami juga membagikan plastik sampah agar pengunjung bisa mengelola sampahnya sendiri,” tutupnya. (MK)

Baca Juga:   Tutup Dekranas 2025, Mendagri Puji Kalimantan Timur

Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img