NUSANTARA — Infrastruktur pendidikan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) memasuki tahap akhir penyelesaian. Sejumlah bangunan sekolah dari jenjang PAUD hingga SMA dipastikan siap beroperasi pada tahun ajaran baru 2026.
Direktur Pelayanan Dasar Otorita IKN, Suwito, menyatakan kesiapan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung perpindahan aparatur sipil negara (ASN) ke IKN, termasuk TNI dan Polri yang akan membawa serta keluarganya.
“Bidang pendidikan di IKN sudah mulai siap untuk mendukung perpindahan Ibu Kota Nusantara,” ujar Suwito belum lama ini.
Pantauan di kawasan 1A KIPP IKN menunjukkan gedung SMP telah rampung secara fisik. Penataan taman di area depan sekolah juga sudah tertata. Gedung SD dan SMA yang berada dalam satu kawasan pun terlihat hampir siap, termasuk proses pengisian mebeler yang dilakukan secara bertahap.
SMA Taruna Nusantara disebut menjadi salah satu institusi yang siap menerima angkatan pertamanya di IKN. Selain itu, hadir Sekolah Garuda serta Sekolah Terpadu Kementerian Agama untuk melengkapi pilihan kurikulum nasional.
Tak hanya sekolah nasional, pembangunan sekolah internasional juga mulai bergerak. Australian Independent School (AIS) tengah menggarap lokasinya yang berada di dekat Swissotel Nusantara.
Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, menegaskan pembangunan pendidikan tidak berhenti pada fisik bangunan. Otorita IKN juga melakukan pendampingan mutu terhadap 43 sekolah eksisting di wilayah sekitar IKN guna mencegah kesenjangan kualitas antara penduduk lama dan pendatang.
“Pelayanan dasar adalah hak konstitusional dan kunci agar ASN bisa bekerja dengan tenang,” ujar Troy.
Sementara itu, Deputi Transformasi Hijau dan Digital OIKN, Agung Indrajit, menjelaskan model pembelajaran di IKN akan mengarah pada sistem smart learning berbasis digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), dan robotik.
“Sistem pendidikan dan belajarnya tentunya harus menyelaraskan dengan visi misi IKN. Sudah harus mengarah ke pembelajaran smart. Robotik, AI, semua digital,” tegas Agung.
Dengan kesiapan sarana dan konsep pembelajaran modern tersebut, IKN menargetkan ekosistem pendidikan yang tidak hanya menunjang relokasi pemerintahan, tetapi juga menjadi model pendidikan masa depan berbasis teknologi dan transformasi digital.(MK)
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S





