SENDAWAR — Di sela tugasnya menuju sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Serka Joko Santoso justru menemukan pelajaran berharga dari seorang anak Sekolah Dasar di atas kapal penyeberangan Sungai Mahakam, Selasa (3/3/2026).
Saat itu, Serka Joko tengah menyeberang menuju Kampung Tering Lama untuk melaksanakan pembangunan TNI Manunggal Air Bersih (TMAB) berupa sumur bor serta pembangunan MCK. Akses menuju lokasi memang harus ditempuh dengan kapal penyeberangan karena dipisahkan aliran Sungai Mahakam yang luas.
Di atas kapal, ia melihat seorang anak berseragam merah putih duduk tenang sambil memeluk tas sekolahnya. Anak itu baru saja pulang dari sekolah di kampung seberang.
Serka Joko kemudian menyapanya dan mengajak berbincang ringan selama perjalanan menyebrangi sungai. Dari obrolan sederhana itu, terungkap kisah perjuangan yang tidak biasa.
Setiap hari, anak tersebut harus menyeberangi Sungai Mahakam untuk bersekolah. Ia berangkat pagi dan kembali sore hari dengan kapal penyeberangan. Tak jarang harus menunggu lama, menghadapi terik matahari atau hujan deras.
Namun, ia mengaku tak pernah mengeluh. Baginya, sekolah adalah jalan untuk meraih cita-cita dan membanggakan orang tua.
Mendengar cerita itu, Serka Joko mengaku bangga sekaligus terharu. Di tengah keterbatasan akses, semangat belajar anak tersebut tetap menyala.
“Jangan pernah takut dengan rintangan. Sungai yang kamu seberangi setiap hari adalah bukti perjuanganmu untuk masa depan. Tetap semangat belajar dan raih cita-citamu setinggi mungkin,” pesan Serka Joko.
Menurutnya, semangat anak-anak di wilayah tersebut menjadi motivasi tersendiri bagi Satgas TMMD. Program pembangunan seperti TMAB dan MCK memang bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, tetapi di lapangan mereka juga menyaksikan langsung ketangguhan generasi muda.
Pertemuan singkat di atas kapal penyeberangan itu menjadi simbol hubungan emosional antara TNI dan masyarakat. Tidak hanya membangun fisik berupa sarana air bersih dan sanitasi, kehadiran Satgas TMMD juga membawa pesan kepedulian dan harapan.
Kisah pejuang cilik penyeberang Sungai Mahakam itu membuktikan satu hal: keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi besar. Selama ada tekad dan kemauan, masa depan tetap bisa diperjuangkan—bahkan dari atas gelombang sungai yang harus diseberangi setiap hari.(MK)
Pewarta: Ichal
Editor: Agus S





