spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Sembilan Tahun PWI Bontang: Dari Nol hingga Menjaga Marwah Profesi

Sembilan tahun lalu, PWI Bontang belum ada. Hari ini, organisasi itu berdiri dengan rekam jejak, dinamika, dan tanggung jawabnya.

Tahun 2016 saya menerima mandat dari Ketua PWI Kaltim saat itu, Endro Effendi. Mandatnya menyiapkan Konferensi Kota dan membentuk kepengurusan PWI Kota Bontang.

Saat itu PWI belum ada. Kami memulai dari nol. Memverifikasi anggota biasa yang memenuhi syarat. Menata administrasi. Memastikan organisasi memiliki legitimasi yang sah. Dari proses itulah PWI Bontang resmi terbentuk pada 2016. Saya dipercaya memimpin periode 2016–2019.

Tiga tahun pertama adalah masa membangun pondasi. Menegaskan identitas. Membangun kepercayaan. Membuka komunikasi dengan pemerintah, perusahaan, dan sesama media. Organisasi profesi tidak boleh berdiri setengah-setengah. Harus punya akar dan arah.

Pada 20 Februari 2020, estafet berpindah. Konferensi Kota di BPU Kecamatan Bontang Utara menetapkan Suriadi Said sebagai Ketua PWI Bontang periode 2020–2023. Isur, sapaan akrabnya, melihat potensi besar. Lebih dari 30 wartawan di Bontang ia pandang sebagai ladang pembinaan. Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dijadikan program prioritas.

Periode pertama berjalan stabil. UKW terlaksana. Forum diskusi mulai hidup. Organisasi menemukan ritmenya.

Tahun 2023, Konferensi Kota kembali digelar. Suasananya relatif tenang. Dalam forum itu, Suriadi Said kembali dipercaya memimpin periode kedua 2023–2026. Ia terpilih secara aklamasi. Artinya, mayoritas anggota masih menghendaki kesinambungan.

Baca Juga:   Cara Bupati Mudyat Menambal Fiskal: Roadshow ke Jakarta, Bawa Pulang Proyek untuk PPU
Suriadi Said, menyampaikan laporan pertanggungjawaban.

Di periode ini bebannya berbeda. Bukan lagi soal membangun dari awal, tetapi memastikan yang sudah dirintis tidak melemah dan tetap berjalan.

Dalam laporan pertanggungjawabannya, Isur menegaskan dua hal yang ia pegang selama memimpin. Kompetensi dan ruang belajar. UKW digelar bekerja sama dengan perusahaan dan Diskominfo Kota Bontang. Ruang-ruang diskusi dibuka, bahkan untuk wartawan yang belum menjadi anggota PWI. “Tanggung jawab moral kita membentuk wartawan yang profesional, dan ke depan harus lebih modern,” ucapnya.

Di periode kedua, aktivitas PWI Bontang makin padat. UKW kembali dilaksanakan dan menjadi agenda konsisten. PWI aktif mengisi materi jurnalistik di sekolah, Pramuka, hingga OPD. Menjadi juri berbagai kegiatan. Menggelar diskusi dan konsultasi publik, termasuk konsultasi publik RSUD di Surabaya pada September 2024.

Di bidang olahraga, delegasi dikirim ke Pra-Porwanas Makassar April 2024 dan Porwanas Banjarmasin Agustus 2024 dengan empat atlet. Nobar Pilkada Bontang 2024 digelar sebagai bagian dari pendidikan politik publik. Kegiatan sosial Ramadan berbagi takjil dan kunjungan pasien RSUD juga berjalan. Rumah Porwanas 2025 mulai dipersiapkan.

Baca Juga:   Saat Fotografer Turun ke Green: Cerita di Balik Lensa Beleng Beleng Golf Open 2025

Organisasi ini benar-benar hidup. Namun periode kedua juga membawa duka. Pada 28 September 2024, PWI Bontang kehilangan Rachman Wahid, Sekretaris PWI Bontang. Wartawan senior yang pernah menjadi redaktur hingga pemimpin redaksi. Kepergiannya bukan sekadar meninggalkan jabatan kosong, tetapi meninggalkan ruang emosional dalam organisasi.

Struktur tetap harus berjalan. Jabatan sekretaris kemudian berpindah ke Zulfikar. Organisasi tidak boleh berhenti, meski rasa kehilangan belum sepenuhnya hilang.

Waktu berjalan. Masa kepengurusan pun mendekati akhir. Pada 12 Februari 2026, Konferensi Kota kembali digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang. Forum berlangsung lancar. Tanpa riak berarti, Muhammad Kusnadi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua PWI Bontang periode 2026–2029. Tidak ada voting. Tidak ada gesekan. Itu menandakan konsolidasi berjalan.

Muhammad Kusnadi menyampaikan visi usai terpilih sebagai Ketua PWI Bontang periode 2026–2029 secara aklamasi.

Kusnadi tidak berbicara muluk-muluk. Ia menekankan evaluasi dan peningkatan. Program yang sudah berjalan akan diperkuat. Fokusnya soliditas internal dan profesionalisme anggota. “Kalau sebelumnya sudah berjalan baik, kita tingkatkan. Jangan hanya ganti nama, tapi naikkan kualitas,” ucapnya.

Menurutnya, modern bukan berarti meninggalkan kode etik. Profesional bukan berarti kaku terhadap perubahan. Wartawan tidak bisa menutup mata dari media sosial, tetapi juga tidak boleh larut dalam arus sensasi.

Baca Juga:   Pagi di Jembatan Mahakam: Antara Lari, Ponton, dan Rasa Cemas

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengingatkan agar organisasi tidak terseret kepentingan sesaat. Sementara Pemkot Bontang melalui Anwar Sadat menegaskan peran pers sebagai penjernih di tengah banjir informasi.

Abdurrahman Amin, Ketua PWI Kaltim, menyampaikan arahan tentang pentingnya menjaga soliditas dan marwah organisasi.

Ya, semua itu terdengar baik. Tapi pengalaman sembilan tahun berdirinya PWI mengajarkan bahwa tantangan terbesar organisasi bukan dari luar. Tantangan terbesar selalu datang dari dalam.

Marwah profesi tidak runtuh karena kritik.
Runtuh ketika verifikasi dianggap formalitas.
Runtuh ketika solidaritas hanya muncul saat konferensi.
Runtuh ketika jabatan lebih penting daripada kualitas.

Organisasi profesi bukan tempat mencari posisi, melainkan tempat menjaga standar. PWI Bontang sudah melewati masa perintisan. Sudah melewati masa penataan. Sekarang yang diuji bukan lagi semangat membentuk, tetapi kesungguhan menjaga.

Anwar Sadat menegaskan komitmen Pemkot Bontang dalam memperkuat kemitraan dengan insan pers yang profesional.

Apakah kualitas tetap menjadi prioritas?
Apakah UKW benar-benar dipandang sebagai kebutuhan?
Apakah organisasi berani bersikap tegas ketika anggotanya sendiri keliru?

Karena ukuran organisasi terletak pada konsistensinya menjaga marwah setiap hari. Marwah tidak diwariskan lewat serah terima jabatan. Marwah harus dijaga setiap hari.
Lewat keputusan. Lewat keberanian menolak pesanan.
Lewat disiplin pada kode etik.

Selamat kepada pengurus baru PWI Bontang periode 2026-2029. Selamat menjalankan amanah.

Oleh: Agus Susanto, S.Hut., S.H., M.H.

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img