BALIKPAPAN – Laju industri perhotelan di Balikpapan terus bergerak seiring bertambahnya hotel baru dan meningkatnya arus tamu bisnis. Posisi kota ini sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadikannya semakin strategis dalam peta pergerakan ekonomi dan pemerintahan. Di tengah perubahan tersebut, Whiz Prime Balikpapan memasuki usia ke-11 tahun dengan membawa tema perayaan “The Prime Story”.

General Manager Whiz Prime Balikpapan, A Nurwahyu Jaelani, mengatakan bahwa perjalanan lebih dari satu dekade bukanlah waktu yang singkat. Selama itu, hotel bintang tiga ini telah melalui berbagai fase, mulai dari dinamika pasar hingga perubahan kebutuhan tamu. Namun, satu hal yang terus dijaga adalah konsistensi pelayanan.
“Tantangan selalu hadir, terutama dengan semakin ketatnya persaingan. Tapi kami berupaya tetap berdiri pada komitmen awal, yaitu memberikan pelayanan yang konsisten kepada setiap tamu,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, wajah Balikpapan kini telah berkembang melampaui identitas sebagai kota migas. Mobilitas pebisnis dan aparatur pemerintahan membuat kebutuhan akomodasi terus bertumbuh, menuntut hotel untuk lebih adaptif dan responsif.
“Kenyamanan tamu tetap menjadi fokus utama. Mulai dari kualitas kamar, waktu istirahat yang optimal, hingga kemudahan akses dan layanan yang cepat,” jelasnya.
Tema “The Prime Story” sendiri menggambarkan perjalanan Whiz Prime Balikpapan dalam menjaga standar layanan secara berkelanjutan. Cerita yang dibangun tidak hanya tentang gedung dan fasilitas, tetapi juga tentang sumber daya manusia yang menjadi garda terdepan dalam melayani tamu.
“Kami ingin setiap tamu merasakan pengalaman yang sama baiknya, siapa pun dan kapan pun mereka datang,” tambah Nurwahyu.
Perayaan ulang tahun ke-11 ini juga menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak. Sejumlah mitra industri, perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), serta vendor turut hadir dalam kegiatan tersebut.
“Bagi manajemen, kolaborasi dipandang sebagai kunci dalam menjaga keberlanjutan industri pariwisata, khususnya di tengah arus besar pembangunan kawasan penyangga IKN yang berdampak pada meningkatnya mobilitas dan kebutuhan akomodasi,” tutupnya.
Memasuki usia ke-11, Whiz Prime Balikpapan menatap persaingan ke depan dengan optimisme. Tidak hanya bertahan, tetapi terus menyesuaikan diri dan tumbuh bersama dinamika Kota Balikpapan yang terus berubah.
Penulis: Aprianto





