spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Rencana Peresmian Pasar Sepaku Tertahan Polemik Data Pedagang

NUSANTARA – Rencana penempatan pedagang ke Pasar Segar Sepaku, bangunan baru yang telah rampung dibangun Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), masih menyisakan polemik. Persoalan data pedagang disebut menjadi sumber perdebatan yang belum tuntas.

Sejumlah pedagang lama menilai proses pendataan penerima kios dan lapak belum sepenuhnya akurat. Tim kecil yang sebelumnya mendata nama-nama pedagang dianggap belum mencerminkan skala prioritas yang disepakati.

Informasi yang dihimpun, Rabu (25/2/2026) malam, berlangsung pertemuan terbatas di Balai Kota IKN. Sedikitnya empat pedagang lama yang dikoordinatori Wijiono alias Gepeng menyampaikan aspirasi kepada Deputi Sosial, Budaya dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN, Alimuddin.

Dalam pertemuan tersebut, pedagang lama mengajukan tiga skala prioritas sebagai acuan penempatan di pasar baru. Pertama, pedagang lama yang selama ini beraktivitas di Pasar Sepaku. Kedua, pedagang yang terdampak koridor. Ketiga, pedagang yang terdampak langsung pembangunan pasar.

“Tiga poin ini yang diminta tokoh pasar ke Bapak Deputi sebagai acuan,” ujar Umar Rizcy Maico, pemuda Desa Suka Raja yang ikut mengawal proses relokasi pedagang.

Baca Juga:   Edukasi Masyarakat di Beranda Nusantara, PLN Hadir Untuk Rakyat Desa Sukaraja

Menurut Umar, persoalan utama terletak pada validitas data. Selama data belum dinilai clear and clean, sebagian pedagang menyatakan keberatan apabila pasar diresmikan.

“Sampai hari ini masalah pasar belum clear. Kalau mau diresmikan, resmikan saja, tapi kita tutup pasarnya,” kata Umar menirukan pernyataan sejumlah tokoh pasar.

Dalam pertemuan tersebut, Deputi OIKN disebut menyetujui perlunya pendataan ulang. Namun, pedagang lama meminta agar proses tersebut dilakukan oleh tim baru yang dinilai lebih netral, dengan pengawasan melibatkan tokoh pasar.

“Tokoh-tokoh pasar minta tim baru yang mendata secara netral dan pengawasannya melibatkan perwakilan pedagang lama,” jelas Umar.

Hingga pukul 22.46 Wita, pertemuan antara perwakilan pedagang dan pihak OIKN dikabarkan masih berlangsung. Polemik ini berpotensi memengaruhi jadwal peresmian Pasar Segar Sepaku yang sebelumnya digadang-gadang menjadi simbol penguatan ekonomi lokal di kawasan IKN. (MK)

Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img