BALIKPAPAN – Rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Jalan MT Haryono, Balikpapan Utara, memicu kemacetan panjang, Jumat (13/2/2026) sekitar pukul 14.00 Wita. Ratusan warga dari kedua belah pihak, baik keluarga korban maupun pelaku, serta tokoh masyarakat setempat, memadati lokasi untuk menyaksikan langsung jalannya rekonstruksi.
Pantauan di lokasi menunjukkan aparat kepolisian belum dapat langsung memulai proses rekonstruksi lantaran banyaknya massa yang berdesakan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Situasi tersebut membuat arus lalu lintas di kawasan Jalan MT Haryono tersendat hingga kurang lebih satu kilometer.

Sejumlah personel kepolisian dari Polresta Balikpapan dikerahkan untuk mengamankan lokasi sekaligus mengurai kemacetan. Petugas juga berupaya menenangkan keluarga kedua belah pihak agar proses rekonstruksi dapat berjalan aman dan tertib.
Hingga berita ini dimuat, rekonstruksi baru dapat dilaksanakan setelah kondisi di sekitar TKP dinyatakan kondusif dan massa berhasil dikendalikan.
Seperti diketahui, kasus pembunuhan tersebut terjadi pada Senin (26/1/2026) lalu. Korban adalah seorang pemuda penjaga toko berinisial AS (19), yang ditemukan tewas di lokasi kejadian dengan 13 luka tusuk.
Sementara itu, pelaku berinisial M (61), seorang pria lansia yang diketahui merupakan tetangga korban, telah diamankan pihak kepolisian. Berdasarkan hasil penyelidikan Polresta Balikpapan, motif pembunuhan dipicu rasa sakit hati dan tersinggung pelaku terhadap ucapan korban saat menanyakan harga pengharum pakaian yang dianggap mahal.
Kasus ini sempat menyita perhatian masyarakat karena dipicu persoalan sepele yang berujung pada tindak kekerasan fatal. Polisi memastikan proses hukum terhadap pelaku akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Penulis: Aprianto





