spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ratusan Warga Tionghoa di Balikpapan Lakukan Sembahyang Imlek

BALIKPAPAN – Ratusan warga Tionghoa di Kota Balikpapan melaksanakan ritual sembahyang pada malam perayaan tahun baru Imlek 2576 Kongzili atau Tahun Baru China 2025 di Klenteng Guang De Miao Balikpapan, pada Selasa (29/1) hingga Rabu (30/1) dini hari.

Sembahyang di malam pergantian tahun baru Imlek ini adalah momen yang penuh makna untuk merayakan kehidupan baru dengan harapan dan semangat. Tradisi ini bukan hanya mencerminkan kebudayaan Tionghoa saja, namun juga mengajarkan nilai-nilai penting dalam kebersamaan, rasa syukur dan harapan akan masa depan yang lebih baik.

Salah seorang warga Tionghoa Balikpapan, Ahok, mengatakan bahwa tradisi ini menjadi rutinitas setiap tahunnya yang menjadi ciri budaya Tionghoa, yang diwariskan secara turun temurun dari para leluhur.

“Khusus untuk sembahyang di Klenteng ini, ini bentuk penghormatan kepada Tuhan atas segala rezeki dan keselamatan serta berharap kehidupan yang lebih baik lagi, termasuk mengingat para leluhur,” ujarnya.

Ahok berharap, dalam tahun baru Imlek 2576 Kongzili atau Tahun Baru China 2025 ini dirinya, keluarganya hingga warga Balikpapan bisa diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan sukses dalam usaha serta pekerjaan.

Baca Juga:   Kuasa Hukum Oknum Dokter Yang Berbuat Asusila Bantah Aksi Kliennya Tidak Sesuai Prosedur

Sementara itu, Ketua Klenteng Guang De Miao Balikpapan, Wiliam, mengatakan untuk tahun baru Imlek 2576 Kongzili atau tahun baru China 2025 ini, shionya adalah ular dan element adalah kayu.

“Kalau ular sendiri melambangkan kebijaksanaan, kecerdikan dan mudah beradaptasi, sedangkan kayu itu melambangkan pertumbuhan,” ujarnya.

Lebih lanjut Wiliam, menjelaskan selain itu unsur yang juga berpengaruh dalam shio ular ini adalah api, sehingga kemungkinan akan ada situasi yang memanas. Namun umat Konghucu diminta untuk lebih banyak bersabar.

“Nah, untuk bisnis element yang mendominasi adalah api dan tanah, jadi usaha yang kemungkinan berkembang adalah sektor energi, pengetahuan dan dari Food and Beverages yang berarti industri makanan dan minuman (FnB),” jelasnya.

“Sedangkan tanah sektor yang berkembang nantinya adalah dibidang pertanian dan Perkebunan,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Wiliam menegaskan, kepada umat yang elementnya berbeda agar tidak perlu khawatir dan tetap harus berusaha serta berdoa.

“Doanya untuk diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah, kesuksesan dan tidak lupa juga kerukunan serta keharmonisan dengan lingkungan,” tutupnya.

Baca Juga:   Pemkot Balikpapan Mulai Bagikan Seragam Sekolah Gratis

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img