SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencatat kemajuan signifikan dalam pemerataan akses listrik selama satu tahun masa kepemimpinan Gubernur H. Rudy Mas’ud (Harum) dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Salah satu capaian penting adalah bertambahnya 38 desa di Kalimantan Timur yang kini telah menikmati aliran listrik dari PT PLN (Persero).
Berdasarkan data terbaru, dari total sekitar 1.038 desa di Kalimantan Timur, sebanyak 928 desa telah teraliri listrik PLN pada tahun sebelumnya, sementara 110 desa lainnya masih mengandalkan sumber listrik non-PLN.
Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, melalui berbagai program percepatan elektrifikasi, jumlah desa yang mendapatkan layanan listrik PLN bertambah sebanyak 38 desa.
Dengan capaian tersebut, jumlah desa yang sebelumnya belum teraliri listrik berhasil ditekan secara signifikan, sehingga kini tersisa sekitar 73 desa yang belum menikmati listrik dari PLN.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan capaian tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk memperluas akses energi hingga ke wilayah terpencil dan pedalaman.
“Penambahan 38 desa berlistrik ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur. Program ini tidak hanya bertujuan menghadirkan listrik, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di desa,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) 2025–2026, yang merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur bersama PT PLN (Persero).
Menurutnya, melalui program tersebut pemerintah terus melakukan koordinasi dan percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan, khususnya di desa-desa yang selama ini masih mengandalkan pembangkit mandiri atau sumber listrik terbatas.
“Program Lisdes menjadi salah satu prioritas karena masih ada desa-desa yang secara geografis cukup menantang. Namun dengan sinergi antara pemerintah daerah dan PLN, kami optimistis rasio desa berlistrik di Kalimantan Timur dapat mencapai 100 persen pada tahun 2027,” jelasnya.
Bambang menambahkan bahwa akses listrik memiliki peran penting dalam mendukung berbagai sektor pembangunan di desa, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi masyarakat.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur energi agar seluruh desa di wilayah tersebut dapat menikmati akses listrik yang merata dalam beberapa tahun ke depan.
“Dengan hadirnya listrik yang stabil, aktivitas masyarakat menjadi lebih produktif. Anak-anak bisa belajar dengan lebih baik, layanan kesehatan lebih optimal, dan pelaku usaha desa juga memiliki peluang lebih besar untuk berkembang,” tambahnya.
Penulis: Hanafi
Editor: Agus S





