Puncak Arus Mudik Lebaran Diprediksi 14–19 Maret

TENGGARONG — Pengamanan arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Kutai Kartanegara resmi dimulai. Ratusan personel gabungan dari TNI, Polri, serta berbagai instansi pemerintah disiagakan untuk memastikan perjalanan masyarakat selama Lebaran berlangsung aman dan lancar.

Kesiapan pengamanan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang digelar di halaman Mapolres Kutai Kartanegara, Kamis (12/3/2026) pagi.

Apel dipimpin langsung Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar, didampingi Sekretaris Kabupaten Kukar Sunggono serta Dandim 0906/KKR Letkol Arm Benny Budiman.

Kegiatan ini juga diikuti unsur lintas sektor, mulai dari TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, PMI hingga berbagai organisasi masyarakat.

Ratusan personel dari berbagai satuan tampak berbaris dalam apel tersebut, di antaranya pleton Kodim 0906/KKR, personel Satlantas, Samapta, Satreskrim, Satintelkam, serta personel gabungan dari Dishub, BPBD, Damkar, PMI, Senkom hingga Saka Bhayangkara.

Dalam rangkaian apel tersebut juga dilakukan penyematan pita kepada perwakilan personel sebagai tanda dimulainya Operasi Ketupat Mahakam 2026 di wilayah Kutai Kartanegara.

Baca Juga:   Menteri LH Soroti Krisis Pesut Mahakam: Aktifitas Tongkang Diduga Penyebabnya

Kapolres Kukar AKBP Khairul Basyar dalam amanatnya membacakan pesan Kapolri yang menegaskan bahwa apel gelar pasukan merupakan bentuk pengecekan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi momentum mudik Lebaran.

“Apel gelar pasukan ini merupakan wujud komitmen dan sinergisitas lintas sektor untuk memastikan pelaksanaan mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa Operasi Ketupat 2026 dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.

Operasi tersebut melibatkan lebih dari 161 ribu personel gabungan dari berbagai unsur keamanan dan pemerintah.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat selama Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta orang di seluruh Indonesia.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 14–15 Maret serta 18–19 Maret 2026. Sementara puncak arus balik diperkirakan berlangsung pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pelayanan dan pengamanan di berbagai daerah yang akan difungsikan sebagai pusat informasi dan layanan bagi para pemudik.

Baca Juga:   Satlantas Polresta Balikpapan Amankan Kedua Sopir Tabrakan di Kariangau

Selain pengamanan jalur transportasi, aparat juga diminta mengantisipasi potensi gangguan keamanan seperti kejahatan konvensional, balap liar, hingga konflik kelompok.

Petugas juga diminta melakukan pendataan rumah kosong yang ditinggalkan pemudik serta menyediakan layanan penitipan kendaraan di kantor kepolisian guna meningkatkan rasa aman masyarakat.

Di sisi lain, potensi cuaca ekstrem juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Personel diminta meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi selama periode mudik Lebaran.

Kapolres Kukar menegaskan keberhasilan Operasi Ketupat Mahakam sangat bergantung pada sinergi seluruh pihak yang terlibat.

“Keberhasilan operasi ini merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita tingkatkan soliditas dan sinergisitas untuk mewujudkan mudik aman dan keluarga bahagia,” tutupnya.

Pewarta: Ady Wahyudi
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img