BALIKPAPAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan telah memetakan daerah rawan bencana kebakaran selama bulan Ramadan ini.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, mengatakan bahwa dari hasil pemetaan sendiri untuk wilayah yang yang paling rawan terjadi kebakaran adalah Kecamatan Balikpapan Barat dan Balikpapan Timur.
“Kami sudah memetakan dan telah memberikan imbauan kepada masayarakat yang berada disana,” ujarnya, Rabu (5/3/2021).
Lebih lanjut Usman Ali menjelaskan, meski kedia wilayah tersebut memiliki kerawanan yang tinggi, namun untuk kawasan lainnya juga memiliki potensi yang sama. Pasalnya terdapat kepadatan penduduk.
“Kalau di Balikpapan Kota, Balikpapan Tengah dan Balikpapan Utara yang merupakan kawasan padat penduduk dan memiliki wilayah yang luas,” jelasnya.
“Kami memetakan berdasarkan tingkat kepadatan penduduk, dan seluruh kecamatan sebenarnya perlu diwaspadai,” tambah Usman.
Berdasarkan catatan tahun 2024 lalu saat bulan ramadan, di Kota Balikpapan terdapat 5 kasus kebakaran. Masing-masing di Balikpapan Timur menghanguskan 7 bangunan, Balikpapan Kota 2 kasus dengan menghanguskan 58 bangunan, Balikpapan tengah 12 bangunan dan Balikpapan Selatan sebanyak 1 bangunan.
Sebagai langkah antisipasi kejadian itu terulang kembali, Usman menyebutkan BPBD Balikpapan menyiapkan sebanyak 300 personel yang berjaga di 6 Unit Pelaksana teknis dari 6 Kecamatan di Kota Balikpapan.
“Mereka selalu siap siaga,” tegasnya.
Selain itu, menyambut bulan Ramadan pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) sebagai perusahaan daerah yang menyiapkan pasokan air. “Kami berkoordinasi untuk pemanfaatan hidran serta mencari sumber-sumber air ya itu banyak seperti sumur-sumur di masyarakat,” tutupnya.
Penulis: Aprianto