NUSANTARA — Dua pedagang lama Pasar Sepaku akhirnya mendapat tempat untuk kembali berjualan di Pasar Segar Sepaku setelah difasilitasi Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN). Keduanya diberikan booth berukuran sedang yang ditempatkan di teras depan bangunan pasar baru sebagai solusi sementara.
Dua pedagang tersebut adalah Muslikah, yang berjualan jajanan tradisional, serta Muhammad T yang menjual ayam goreng tepung. Keduanya mengaku lega karena tetap bisa melanjutkan usaha mereka di lokasi pasar yang baru.
Muslikah mengatakan keputusan tersebut menjadi solusi terbaik di tengah keterbatasan lapak yang tersedia di Pasar Segar.
“Jadi tadi yang tidak dapat tempat memang ditawari booth karena tidak ada opsi lain. Soalnya tinggal booth. Tapi alhamdulillah masih bisa berjualan di Pasar Segar Sepaku,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026) malam.
Pertemuan yang membahas nasib pedagang lama tersebut berlangsung di salah satu ruangan di Masjid Negara IKN usai salat Magrib. Hadir dalam pertemuan itu Deputi Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat OIKN Alimuddin, Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Keamanan dan Keselamatan Publik Irjen Pol Edgar Diponegoro, serta Boyke Nugraha dari Comdev.
Dalam pertemuan tersebut diputuskan dua pedagang diberikan booth, sementara satu pedagang lain bernama Sadikan ditawarkan tempat berdagang di los kering.
Muhammad T juga mengungkapkan rasa syukurnya setelah mendapatkan kepastian tempat berdagang.
“Alhamdulillah aku dan Mba Mus sudah dapat tempat untuk berjualan di pasar. Terima kasih atas bantuannya,” ucapnya.
Keduanya menilai posisi booth cukup strategis karena berada di bagian depan pasar. Mereka juga telah menandatangani pernyataan menerima solusi yang diberikan.
Namun berbeda dengan dua pedagang tersebut, Sadikan masih mempertimbangkan tawaran los kering yang diberikan oleh pihak pengelola pasar.
Menurut keluarga Sadikan, jenis dagangan alat-alat pertanian yang dijualnya tidak memungkinkan untuk setiap hari dibongkar dan dipindahkan karena sebagian besar berupa peralatan berbahan besi yang cukup berat.
“Dapat los kering, tapi kami belum kasih jawaban. Hari ini baru kumpulan lagi, kalau los bagaimana, alat pertanian itu berat besi-besi, masak tiap hari gotong-gotong,” ujar Istiqomah.
Padahal berdasarkan data awal yang dihimpun sebelum para pedagang dipanggil dalam pra rembug warga pada 5 Februari 2026, nama Sadikan tercantum pada nomor urut 63 dengan jenis dagangan alat pertanian dan keterangan kios kering.
Secara fungsi, kios dan los memiliki perbedaan. Kios biasanya berupa ruang tertutup dengan dinding dan pintu sehingga barang dapat disimpan dengan aman. Sementara los merupakan bangunan terbuka tanpa sekat yang umumnya digunakan untuk pedagang yang membutuhkan ruang terbuka.
Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S





