BONTANG — Pertamina memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Bontang dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga arus balik Idulfitri 1447 Hijriah.
Sales Branch Manager (SBM) Kaltimut III Fuel Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Hermawan Bagus Prabowo, menyampaikan bahwa seluruh SPBU di Kota Bontang saat ini masih memiliki stok BBM yang cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat.
“Empat SPBU di Bontang dan semuanya stok bahan bakar bersubsidinya aman,” ujarnya, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, rata-rata stok Pertalite di setiap SPBU mencapai sekitar 16 ton per hari atau sekitar 64 ton per hari secara total di seluruh SPBU di Kota Bontang. Sementara untuk solar subsidi, pasokan berkisar antara 8 hingga 16 ton per hari di masing-masing SPBU.
Menurut Hermawan, guna memastikan distribusi BBM tetap berjalan lancar selama Ramadan dan Idulfitri, Pertamina telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ramadan dan Idulfitri (Rafi) 2026.
Satgas tersebut bertugas melakukan pengawasan terhadap penyaluran BBM di setiap SPBU sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Hermawan juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying akibat isu yang belum jelas kebenarannya.
Ia menegaskan bahwa pasokan BBM di Kota Bontang juga mendapat dukungan suplai dari depot pengisian di Samarinda sehingga distribusi tetap terjaga.
“Kalau ada isu yang beredar silakan lapor ke kami. Nanti kami akan berkolaborasi dengan stakeholder untuk memastikan kondisi sebenarnya,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan barcode dalam pembelian BBM subsidi.
“Produk BBM subsidi dilindungi negara dan diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak,” tegasnya.
Dengan pengawasan Satgas Rafi serta dukungan distribusi dari depot BBM di Samarinda, Pertamina memastikan pasokan energi di Kota Bontang tetap aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Lebaran. (MK)
Pewarta: Syakurah
Editor: Agus S





