SAMARINDA — Polemik mobil dinas Gubernur Kaltim kembali memanas. Di tengah proses pengembalian unit Range Rover senilai Rp8,49 miliar, publik dihebohkan dengan video viral yang memperlihatkan kendaraan berwarna putih berpelat KT 1 melintas di Samarinda dan kawasan IKN.
Video tersebut memicu spekulasi. Banyak warganet menduga kendaraan itu adalah unit mobil dinas yang sebelumnya diumumkan dibatalkan pembeliannya. Padahal, Pemprov Kaltim telah menyatakan mobil dinas tersebut masih berada di Jakarta dan belum pernah digunakan.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, langsung memberikan klarifikasi tegas. Ia memastikan kendaraan yang viral bukanlah mobil dinas yang sedang dalam proses pengembalian.
“Tidak sama. Coba lihat dari samping, pelatnya KT 1. Itu mobil pribadi gubernur. Ada dua kendaraan pribadi beliau, yang putih dan Defender hitam,” tegas Faisal, Senin (2/3/2026).
Menurutnya, mobil dinas yang dibatalkan hingga kini belum keluar dari Jakarta. Bahkan, kata dia, kendaraan tersebut belum dipasangi pelat nomor dan belum pernah dioperasikan.

“Mobil itu belum jalan sama sekali. Masih di Jakarta, plastik pelindungnya pun masih ada. Saya jamin itu bukan mobil yang kami rilis hari ini,” ujarnya.
Faisal menambahkan, kesamaan merek atau tipe kendaraan tidak otomatis menunjukkan kesamaan status kepemilikan.
“Kalau seseorang punya mobil perusahaan dan mobil pribadi dengan merek sama, tetap saja beda kepemilikan. Ini jangan dicampuradukkan,” katanya.
Sementara itu, Direktur CV Afisera Samarinda selaku penyedia, Subhan, mengakui kendaraan yang viral kemungkinan memiliki jenis yang serupa. Namun ia menegaskan spesifikasi teknis tidak bisa dipastikan hanya dari tampilan luar.
“Itu jenis yang sama mungkin, tapi spesifikasinya belum tentu sama dengan unit yang dikembalikan,” jelasnya.

Sebelumnya, CV Afisera menyatakan siap menerima pengembalian unit dan mengembalikan dana sepenuhnya ke kas daerah setelah proses administrasi selesai.
Di tengah sorotan publik, Pemprov memastikan Gubernur Rudy Mas’ud tetap beraktivitas menggunakan kendaraan operasional lama milik pemerintah daerah. Faisal menyebut, dalam beberapa kesempatan, gubernur juga menggunakan kendaraan pribadi saat meninjau lapangan.
“Pak gubernur tidak ada masalah. Untuk operasional, beliau gunakan kendaraan yang ada. Kalau medan berat, beliau kadang pakai kendaraan pribadi karena memang senang menyetir sendiri,” tutupnya.(MK)
Editor: Agus S





