spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pemkot Balikpapan Buka Evaluasi Pembangunan RS Sayang Ibu di Tengah Rencana Pansus DPRD

BALIKPAPAN — Tertundanya pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Balikpapan Barat masih menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Saat DPRD Kota Balikpapan berencana membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk menelusuri persoalan proyek tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan menegaskan bahwa proses pembangunan telah dijalankan sesuai prosedur yang berlaku, meski tetap membuka ruang evaluasi.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, mengatakan bahwa rencana pembentukan Pansus merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD yang dijamin oleh undang-undang.

“Itu memang tugas pokok DPRD. Fungsi pengawasan dan penganggaran adalah kewenangan mereka,” ujarnya, Selasa (20/1/2026).

Lebih lanjut Bagus menjelaskan, sejak tahap awal pembangunan RS Sayang Ibu telah melalui mekanisme resmi dan melibatkan berbagai pihak, mulai dari inspektorat, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), konsultan, hingga perencana teknis. Namun demikian, Pemkot mengakui masih menunggu hasil pemeriksaan internal dari inspektorat untuk mengetahui penyebab pasti keterlambatan proyek.

“Kalau memang belum selesai, berarti ada masalah. Ini harus menjadi evaluasi bersama agar ke depan tidak terulang lagi,” jelasnya.

Baca Juga:   Judi Online Adalah Maut. PT KPB Bangun Kesadaran dari Dampak Negatif Judi Online

Bagus menambahkan, fokus utama pemerintah bukan hanya pada proses lelang ulang, tetapi juga memastikan akar persoalan keterlambatan dapat teridentifikasi secara jelas agar tidak merugikan masyarakat.

Di sisi lain, kebutuhan fasilitas kesehatan di Balikpapan masih tergolong tinggi. Dengan jumlah penduduk sekitar 800 ribu jiwa, pemerintah kota mencatat setidaknya dibutuhkan lima rumah sakit tipe C untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan warga, terutama di wilayah Balikpapan Barat yang selama ini masih bergantung pada rumah sakit di kawasan pusat kota.

Bagi masyarakat Balikpapan Barat, keberadaan RS Sayang Ibu dinilai sangat penting, khususnya untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi ibu hamil dan anak. Selama ini, warga harus menempuh jarak lebih jauh untuk mendapatkan layanan rumah sakit, sehingga pembangunan RS Sayang Ibu menjadi harapan lama yang hingga kini belum terwujud.

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img