Home KALTIM Pemerintah Kutim Kawal Harga, Sidak Gabungan Digelar Rutin

Pemerintah Kutim Kawal Harga, Sidak Gabungan Digelar Rutin

0
3
Sidak gabungan untuk memantau pergerakan harga komoditas di pasar induk Sangatta. (Ramlah/Media Kaltim)

SANGATTA – Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan langkah Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) dalam mengawal stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok. Sabtu (28/2/2026), tim kembali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar dan distributor guna memastikan harga tetap terkendali.

Fungsional Ahli Madya Disperindag Kutim, Benita, menegaskan bahwa pengawasan pasar adalah tanggung jawab yang tidak boleh terhenti.

“Anggaran minim bukan berarti kami berhenti bekerja. Kami tetap turun, bahkan di hari libur. Ini kewajiban kami memastikan masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.

Hasil pemantauan menunjukkan mayoritas komoditas mengalami penurunan harga. Cabai yang sebelumnya menyentuh Rp75 ribu per kilogram kini turun di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per kilogram, tergantung jenisnya.

Beras premium dijual Rp15.400 per kilogram di tingkat pengecer, sedangkan di distributor berada di angka Rp15.100–Rp15.200 per kilogram. Beras medium relatif stabil di Rp14 ribu per kilogram.

Telur ayam mengalami kenaikan tipis sekitar Rp800 hingga Rp1.000 per piring akibat meningkatnya permintaan. Namun sebagian pedagang masih menjual dengan harga lama karena stok sebelumnya masih tersedia.

Baca Juga:   Tingkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan ke Masyarakat, DP3AKB Gelar Pelatihan CTU

“Hampir semua komoditas turun. Kami sudah berkoordinasi dengan distributor agar harga tetap sesuai ketentuan,” jelas Benita.

Untuk daging ayam, harga berada di kisaran Rp45 ribu hingga Rp48 ribu per kilogram. Sementara daging sapi bertahan di angka Rp160 ribu per kilogram.

Disperindag juga memastikan stok beras aman hingga Lebaran. Pengecekan dilakukan langsung ke tiga distributor besar di Kutim.

“Stok banyak, aman sampai Lebaran. Kami sudah cek gudangnya,” katanya.

Sidak gabungan ini melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, PTSP, Satgas Pangan Polres Kutim, bagian ekonomi Setkab, serta perwakilan distributor dan asosiasi pedagang.

Pemantauan harga dilakukan setiap hari, sementara sidak gabungan minimal sekali dalam sepekan. Pemerintah berharap masyarakat tetap tenang karena stok dan harga terus dikawal.

“Yang penting masyarakat tenang. Pemerintah hadir, harga kami kawal, stok kami pastikan aman,” pungkasnya. (MK)

Editor: Agus S

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here