spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Pasar Segar Sepaku Segera Dibuka, Pedagang Lama Mengaku Tersisih

NUSANTARA — Polemik pembagian kios dan los di Pasar Segar Sepaku kembali mencuat. Seorang pedagang lama Pasar Sepaku, Sadikan, mengaku tidak mendapatkan lapak di pasar baru meskipun namanya tercatat dalam data calon pedagang.

Padahal secara posisi, Sadikan disebut sebagai salah satu pedagang yang terdampak pembangunan koridor pasar. Ia diketahui tinggal di RT 7 Suka Raja dan telah lama berjualan di kawasan pasar tersebut.

Kasus yang dialami Sadikan disebut memiliki kemiripan dengan pedagang lain, Muslikah, yang sebelumnya juga mengeluhkan persoalan serupa dalam proses pembagian kios di Pasar Segar Sepaku.

Sadikan diketahui telah mengikuti tahapan pendataan yang dilakukan sebelumnya. Ia bahkan telah menandatangani dokumen dan mengikuti wawancara saat kegiatan pra rembug warga yang digelar di GOR Suka Raja pada 5 Februari 2026.

Kekecewaan Sadikan disampaikan melalui anaknya, Istiqomah. Ia menuturkan ayahnya merasa heran karena tidak mendapatkan kios meskipun telah lama berdagang di pasar tersebut.

“Yo kecewa, aku kok gak dapat, aku wong lawas (orang lama), gitu,” ucap Istiqomah menirukan ungkapan ayahnya.

Baca Juga:   BBPJN Kaltim Siap Kawal Arus Lebaran, CCTV Awasi 20 Lokasi Strategis

Menurutnya, Sadikan telah berjualan di Pasar Sepaku sejak lama. Bahkan sebelumnya ia memiliki tiga titik lokasi dagang di pasar lama tersebut.

Salah satu lapak berada di bangunan bertingkat di sisi pinggir pasar yang kini telah digunakan oleh pedagang emas. Satu lokasi lain sempat digunakan sebagai tempat tinggal oleh kerabat keluarga hingga meninggal dunia.

Sementara satu lokasi lainnya berada tepat di belakang kios bertingkat di kawasan pasar lama.

Dalam beberapa waktu terakhir, Sadikan tetap berjualan alat-alat pertanian seperti arit, parang, dan berbagai perlengkapan lainnya dari rumahnya yang berada di area RT 7 kawasan pasar.

Sebagai bukti bahwa ia memang telah lama berdagang di Pasar Sepaku, keluarga Sadikan juga menunjukkan sejumlah dokumentasi lama kepada Media Kaltim yang memperlihatkan aktivitas dagang di pasar tersebut.

Istiqomah menyebut alasan yang disampaikan pihak terkait mengenai tidak diperolehnya kios oleh Sadikan karena seluruh kios dan los di Pasar Segar Sepaku telah penuh.

“Alasan Otorita sudah full,” jelasnya.

Padahal, dalam tabel data Calon Pedagang Pasar Sepaku tertanggal 22 Januari 2026, nama Sadikan tercatat pada nomor urut 63 dengan jenis dagangan alat pertanian dan kategori kios kering.

Baca Juga:   PLN Perkuat Keandalan Listrik IKN dengan BESS 8 MW

Namun hingga kini ia belum memperoleh lapak di pasar baru tersebut.

Keluarga juga mengaku telah berupaya menanyakan persoalan ini kepada pihak desa setempat. Namun hingga saat ini mereka belum mendapatkan penjelasan yang jelas terkait status kios Sadikan.

“Bapak gak dapat undangan pas pembagian lapak kemarin. Padahal Selasa besok (10 Maret) pasar sudah buka,” terangnya.

Sebagai informasi, Pasar Segar Sepaku memiliki total 135 kios dan los. Sementara berdasarkan data calon pedagang tertanggal 22 Januari 2026, jumlah pedagang yang tercatat hanya 117 orang.

Pewarta: Atmaja Riski
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img