SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus memperkuat sektor pertanian melalui kegiatan panen padi bersama di kawasan Rapak Oros, Kampung Linggang Amer, Kecamatan Linggang Bigung, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Bersama Petani Tangguh, Wujudkan Swasembada Pangan Berkelanjutan” ini menjadi bukti keberhasilan penerapan inovasi teknologi pertanian oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Maju Bersama dengan dukungan Dinas Pertanian dan berbagai pihak terkait.
Panen bersama tersebut turut dihadiri Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Nanang Adriani, Pj Sekretaris Daerah Kamius Junaidi, Kapolres AKBP Boney Wahyu Wicaksono, Dandim 0912 Letkol Inf Doni Frabsisco, Ketua TP-PKK Maria Christina Mosez Edwin, Wakil Ketua TP-PKK Dewi Hairiah Nanang, Kepala Dinas Pertanian Stepanus Alexander Samson, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rion, serta Camat Linggang Bigung Christian.
Kepala Dinas Pertanian Kutai Barat, Stepanus Alexander Samson, menyampaikan apresiasi kepada Gapoktan Maju Bersama yang dinilai berperan aktif dalam mendukung peningkatan produksi padi di daerah.
“Melalui kegiatan seperti ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan produksi padi di Kutai Barat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Ia menambahkan, petani diharapkan terus terbuka terhadap inovasi dan teknologi pertanian, termasuk penggunaan varietas Inpara 02 yang mampu menghasilkan sekitar 4,8 ton per hektare serta berpotensi ditanam dua hingga tiga kali dalam setahun.
“Para penyuluh pertanian juga diharapkan terus aktif mendampingi petani dalam penerapan teknologi di lapangan,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin menegaskan bahwa keberhasilan panen di Rapak Oros menunjukkan meningkatnya kesadaran dan ketekunan petani dalam mengembangkan sektor pangan daerah.
“Momentum panen bersama ini diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan produksi padi di Kubar sebagai wujud nyata dukungan terhadap ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani,” katanya.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program inovasi pertanian yang berfokus pada optimalisasi lahan serta penguatan ketahanan pangan lokal. Berdasarkan hasil kaji terap, varietas Inpara 02 dinilai cocok dikembangkan pada lahan seluas lima hektare di kawasan Rapak Oros.
Ia juga menegaskan bahwa pengembangan sektor pertanian masih menghadapi berbagai tantangan, sehingga diperlukan sinergi, koordinasi, dan komunikasi yang kuat antara pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan lainnya.
“Selain sebagai kawasan produksi padi, Rapak Oros juga berpotensi dikembangkan melalui diversifikasi usaha pertanian untuk menambah pendapatan masyarakat,” jelasnya.
Pemkab Kubar pun berkomitmen terus memperkuat dukungan terhadap sektor pertanian melalui peningkatan sarana dan prasarana, pendampingan teknis, serta pengembangan inovasi pertanian berkelanjutan.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong kemandirian sektor pertanian di Kutai Barat. (MK)
Penulis: Ichal
Editor: Agus S





