Layanan Cuci Darah di Kutim Tetap Terjamin BPJS

SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menunjukkan komitmen kuat dalam menjamin layanan kesehatan masyarakat. Hingga triwulan pertama 2026, pembayaran iuran BPJS Kesehatan telah direalisasikan sekitar Rp9 miliar tanpa adanya tunggakan.

Kepala BPJS Kesehatan Kutim, Herman Prayudi, memastikan seluruh pembayaran berjalan sesuai perencanaan dan tidak ditemukan kendala administratif.

“Pembayaran triwulan pertama kurang lebih Rp9 miliar. Semua sudah sesuai rencana kerja, baik PBPU Pemda maupun bantuan iuran. Data juga tidak ada permasalahan,” ujarnya, Minggu (5/4/2026).

Menurutnya, kelancaran pembayaran ini tidak lepas dari rekonsiliasi rutin antara BPJS Kesehatan dan pemerintah daerah. Selain itu, evaluasi juga dilakukan setiap bulan bersama Dinas Kesehatan untuk memastikan kebutuhan iuran tetap terpenuhi.

“Setiap bulan kami review bersama Dinkes untuk analisa kebutuhan. Jadi tidak ada potensi kekurangan iuran,” tegasnya.

Memasuki triwulan kedua, BPJS Kesehatan bersama Pemda Kutim kembali akan melakukan pembaruan data kepesertaan, termasuk validasi entitas dan perhitungan iuran. Langkah ini bertujuan menjaga akurasi data sekaligus memastikan keberlanjutan program jaminan kesehatan.

Baca Juga:   Wabup Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Ramadan

Dari sisi kepesertaan, sekitar 88 ribu jiwa di Kutim tercatat ditanggung oleh pemerintah daerah. Selain itu, terdapat sekitar 33 ribu jiwa yang masuk dalam program Jamkesprov dengan pembiayaan dari pemerintah provinsi.

Sementara itu, sekitar 117 ribu jiwa lainnya merupakan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial.

“Jadi ada tiga skema bantuan, dari Pemda, provinsi, dan pusat. Semua saling mendukung untuk menjamin masyarakat tetap mendapatkan layanan kesehatan,” jelas Herman.

Tak hanya memastikan iuran berjalan lancar, BPJS Kesehatan juga menjamin kualitas layanan tetap optimal, termasuk layanan hemodialisis atau cuci darah yang sudah tersedia di RSUD Kudungga dan RSUD Meloy.

“Layanan cuci darah sudah dijamin BPJS dan tersedia di dua rumah sakit tersebut,” pungkasnya.

Pewarta: Ramlah
Editor: Agus S

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img