BALIKPAPAN — Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga kendaraan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta Km 7, tepatnya di depan gerbang Grand City, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 06.30 Wita. Insiden tersebut merenggut nyawa seorang pelajar.
Korban diketahui bernama Dimas Satria Bintoto (18). Ia meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka berat yang dialaminya. Sementara itu, dua pengemudi kendaraan lain yang terlibat, yakni Mu’alim (40) pengemudi Daihatsu Sigra dan Rusbani (34) sopir truk Mitsubishi Fuso, dilaporkan selamat tanpa mengalami luka serius.
Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas) Polresta Balikpapan, Kompol M.D. Djauhari, mengatakan bahwa kecelakaan bermula saat korban melaju dari arah Samarinda menuju Balikpapan. Saat tiba di lokasi kejadian, korban diduga berupaya mendahului truk yang berada di depannya.
“Korban mengambil jalur kanan untuk mendahului, namun pada saat bersamaan dari arah berlawanan melaju kendaraan Daihatsu Sigra,” ujarnya.
Diduga karena kurangnya konsentrasi dan pelanggaran terhadap marka jalan, korban kehilangan kendali. Sepeda motor yang dikendarainya terjatuh dan bertabrakan dengan mobil dari arah berlawanan. Benturan tersebut juga menyebabkan sepeda motor korban menyenggol truk yang hendak didahuluinya.
“Akibat kejadian itu, korban terjatuh di badan jalan dan mengalami luka fatal. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan penanganan, termasuk olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengamanan barang bukti,” jelasnya.
Djauhari menegaskan, kondisi jalan di lokasi berupa jalan beraspal dua lajur tanpa median, dengan marka garis kuning ganda yang menandakan larangan mendahului.
“Faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan. Pengendara melanggar aturan lalu lintas dengan mengambil jalur yang bukan peruntukannya,” tambahnya.
Saat kejadian, arus lalu lintas dilaporkan dalam kondisi sedang dengan cuaca cerah. Kerugian material akibat kecelakaan ini diperkirakan mencapai sekitar Rp 2 juta.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa jalan raya bukan sekadar ruang untuk bergerak cepat, tetapi juga ruang berbagi keselamatan. Di balik setiap kendaraan, ada harapan, ada keluarga, dan ada cinta yang menanti di rumah.
“Kehilangan seorang anak muda seperti Dimas bukan hanya duka bagi keluarga, tetapi juga menjadi luka bagi kemanusiaan. Kecelakaan ini mengajarkan bahwa satu keputusan kecil di jalan bisa berujung pada konsekuensi besar,” tegas Kasatlantas.
Kepolisian mengimbau seluruh pengguna jalan untuk lebih disiplin, mematuhi rambu dan marka, serta mengutamakan keselamatan di atas segalanya. Sebab pada akhirnya, perjalanan yang paling penting bukanlah seberapa cepat kita sampai, melainkan bagaimana kita bisa pulang dengan selamat.
Penulis: Aprianto





