spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Kepatuhan Pajak di Balikpapan Meningkat, Pemerintah Kota Sampaikan Apresiasi

BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan kembali menyoroti meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban pajak daerah. Tren positif ini tampak dari membaiknya angka kepatuhan wajib pajak dalam beberapa tahun terakhir, yang dipandang sebagai sinyal bahwa warga semakin memahami pentingnya pajak bagi pembangunan kota.

Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham, mengatakan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan literasi masyarakat terkait fungsi pajak sebagai salah satu pilar pembiayaan pembangunan. Menurutnya, pajak daerah memiliki peranan besar dalam mendukung berbagai program publik—mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, penyediaan fasilitas umum, hingga peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat.

“Kami melihat antusiasme warga Balikpapan dalam menyelesaikan kewajiban pajaknya terus membaik. Data tahunan menunjukkan peningkatan pembayaran pajak yang cukup signifikan, dan ini pertanda baik bagi upaya memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujarnya saat diwawancarai, Senin (17/11/2025).

Meski demikian, Idham mengakui bahwa sebagian kecil masyarakat masih mengalami keterlambatan dalam pembayaran. Ia menilai kondisi tersebut lebih banyak dipicu oleh faktor teknis seperti kesibukan atau kelupaan, bukan karena rendahnya kepatuhan. Untuk mencegah hal itu, BPPDRD Balikpapan terus mengembangkan layanan berbasis digital. Melalui sejumlah platform pembayaran yang dapat diakses lewat telepon seluler, warga kini dapat menyelesaikan kewajiban pajak tanpa harus datang ke kantor pelayanan. Upaya ini, kata Idham, menjadi solusi praktis yang sangat membantu masyarakat.

Baca Juga:   Pakar Dukung Penggunaan Energi Nuklir untuk Pembangkit Listrik, Jadi Solusi Murah dan Efisien Menuju Swasembada Energi

“Kami sadar bahwa mobilitas warga cukup tinggi. Karena itu, layanan digital kami hadirkan agar pembayaran pajak bisa dilakukan kapan saja. Tinggal buka aplikasi atau kanal pembayaran yang tersedia,” jelasnya.

Idham juga menambahkan bahwa meningkatnya kepatuhan pajak tidak hanya berpengaruh pada stabilitas pendapatan daerah, tetapi juga mencerminkan tumbuhnya kepercayaan publik terhadap pemerintah kota. Transparansi pengelolaan dana pajak dinilai menjadi faktor penting yang membuat warga yakin bahwa dana yang mereka bayarkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan.

“Membayar pajak merupakan kontribusi nyata warga dalam memajukan kota. Dana yang terkumpul akan diarahkan untuk pembangunan jalan, peningkatan fasilitas umum, serta penguatan sektor pendidikan dan kesehatan,” tambahnya.

Ke depan, Pemkot Balikpapan berkomitmen memperluas edukasi mengenai pentingnya pajak melalui kegiatan sosialisasi di tingkat kelurahan, sekolah, dan komunitas. Upaya ini diharapkan mampu memperluas pemahaman masyarakat mengenai manfaat pajak sekaligus menumbuhkan budaya patuh pajak.

“Kami akan terus menjaga akuntabilitas dan transparansi agar masyarakat merasa bahwa pajak yang mereka bayarkan benar-benar digunakan untuk kesejahteraan bersama,” tutup Idham.

Baca Juga:   Jelang Ramadan, Harga Beras dan Telur di Balikpapan Meroket

Penulis: Aprianto

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img